-->

Pages

Tuesday, 25 April 2017

Grafik Fungsi Tabungan Nasional Dalam Pendapatan Nasional

Diketahui :
C  =  100 + 0,8Y


Diminta, tentukan :
a. Persamaan Fungsi S !
b. Nilai Y pada saat Y Otonom  sesuai Persamaan Fungsi S tersebut !
c. Nilai Tabungan pada saat Yo !
d. Nilai Konstanta Fungsi Tabungan !
e. Nilai Koefisien/MPS Fungsi Tabungan !
f. Nilai BEP !
g. Grafiknya !

Jawab :
a.  Persamaan Fungsi Konsumsi
     C = 100 + 0,8Y
     => S = -a + (1 - b)Y
     => S = -100 + (1 - 0,8)Y
     => S = -100 + 0,2Y
     Jadi Persamaan Fungsi S ===> "S = -100 + 0,2Y".

b. Nilai Y pada saat Y Otonom !

    => S = -100 + 0,2Y
    => Berhubung Konstanta S bernilai Negatif yakni -100 dan Nilai Koefisiennya hanya sebesar 0,2
              alias 20%, maka MAU TIDAK MAU YA HARUS MAU mempergunakan Persamaan Fungsi C
              =  100 + 0,8Y. Ini mengandung pengertian bahwasanya  Tabungan National Saving _ S)
             merupakan  Sisa dari Konsumsi Nasional (National Consumption _ C). Baik Pribadi, Keluarga,
            Desa, Kecamatan, Kabupaten, Kotamadya, Propinsi, Daerah Istimewa dan Negara alias
            Pemerintah    Pusat, pada dasarnya TIDAK MEMILIKI TABUNGAN YANG BERARTI,
            BANYAK DEFISITNYA DARIPADA SURPLUSNYA,  terbukti dengan Hutang Suatu Negara
            Yang Sangat Besar termasuk Negara Indonesia.. Kegiatan Tabungan baru ada bilamana secara
            khusus dan intensif menyisihkan sebagian Pendapatan Nasional (Y) yang mayoritas dipakai
            Kegiatan Konsumsi Nasional, bahkan bisa 100 % untuk Konsumsi dan Tabungan Rp 0,00..

    Jawaban selanjutnya, bilamana S = -100 + 0,2Y berarti C = 100 + 0,8Y, maka :

    => C = 100 + 0,8Y
    => Y - 0,8Y =  100
    => 0,2 Y  = 100
    => Y = 100 : 0,2
    => Y = 1000 : 2
    => Y =500
    => Y = 500
   Jadi Nilai Y pada saat Y Otonom sebesar Rp 500,00.

c. Nilai Tabungannya  pada saat Yo !
    => S = -100 + 0,2Y
    => S = -100 + 0,2 x 500
    => S = -100 :+ 100
   => S =  0
   Jadi Nilai S pada saat Yo sebesar Rp 0,00.

d. Nilai BEP dari S = -100 + 0,2Y
    >>> BEP Sumbu Vertikal S :
    => S = -100 + 0,2Y
    => S = -100 + 0,2 x 500
    => S = -100 + 100
    => S = 0
    => Jadi BEP Sumbu Vertikal S sebesar Rp 0,00. 
   
    >>> BEP Sumbu Horisontal Y : 
    => S = -100 + 0,2Y
    => S = -100 + 0,2 x 500
    => S = -100 + 100
    => S = 0
    => Jadi BEP Sumbu Horisontal  S sebesar Rp 0,00. 

CATATAN :

BEP untuk Fungsi S ternyata Rp 0,00 berarti sama saja TIDAK MEMILIKI BEP dan BEP pada hakekatnya dan realitasnya milik dari  Fungsi C dan Y. Dalam grafik nanti, BEP milik C dan Y tetap dibuat. Adapun BEP milik S mengikuti BEP Bagian Horisontal Y yakni Rp 0,00 milik S dan Rp 500,00 milik Y. Kita tidak bisa menarik langsung membentuk Sudut 45 Derajat searah Scale Line, berarti Scale Line berada di Wilayah Fungsi C dan bukan di Wilayah Fungsi S. 

Pintaku Selanjutnya, Perhatikan Berikut Perlunya Supaya Paham Beneran (PS, PB, PSPB) !


Contoh BEP Salah untuk Fungsi S bernilai Rp 0,00 : 





Contoh BEP Benar untuk Fungsi S bernilai Rp 0,00 :
Tunggu dulu, bahannya sudah jadi Lengkap Dengan Keterangannya, tidak tahunya tidak sengaja kena hapus. Akhirnya Gagal Upload. Meskipun demikian, toh intinya Grafiknya nanti akan sama dengan Grafik di bawah ini yakni Bagian "d. Grafiknya :".



d. Grafiknya :
   
Berdasarkan Soal dan Jawaban di atas, maka yang akan dijadikan "Bahan Utama Pembuatan Grafik Fungsi S dalam Pendapatan Nasional (Y)" sebagai berikut :

NOMOR
NAMA   MUATAN   KAJIAN   MATERI    GRAFIK
KETERANGAN
 1.
 Persamaan Fungsi C = 100 + 0,8Y
Nilai Konstantanya selalu Positif.
Nilai Koefisiennya pada umumnya lebih besar daripada Nilai Koefisien S.

Meskipun di Grafik nanti tidak ditampilkan, namun tetap memerlukan BEPnya
 2.
 Persamaan Fungsi S

 3.
 Persamaan Fungsi Y = {100 + 0,8Y}
Hanya Fungsi C
 4.
 Judul Grafik
Di sini berjudul Grafik Fungsi C = 100 + 0,8Y, dan Y = {100 + 0,8Y}
 5.
 Sumbu Horisontal di Kuadran I
Untuk Nilai Y

 6.
 Sumbu Vertikal di Kuadran I
 Kuadran I Nilainya Positif

 7.
 Nilai Netral 0 sebagai Pertemuan  Sumbu Horisontal dan Vertikal
Di atas Nilai 0  bernilai Positif, ke arah samping kanan bernilai Positif
 8.
Nilai Y terendah dan tertinggi  dalam Skala tertentu sesuai Nilai Konstanta yang terbentuk pada C
Di sini terdiri atas Rp (0, 100, 200, 300, 400, 500)

 9.
Nilai C terendah dan tertinggi  dalam Skala tertentu sesuai Nilai Konstanta yang terbentuk pada Cdan ditaruh di Sumbu Vertikal
Di sini terdiri atas Rp (0, 100, 200, 300, 400, 500) dan bergerak dari  ke Arah Atas 

 10.
Nilai S terendah dan tertinggi  dalam Skala tertentu sesuai Nilai Konstanta yang terbentuk pada Cdan ditaruh di Sumbu Vertikal
Nilai S tertinggi dan ternedah Rp 0,00
 11.
Nilai Konstanta  C
Sesuai Nilai yang terbentuk. Di sini Nilainya Rp (100)
 12.
Nilai Konstanta S
Kebalikan dari Konstanta C yakni -100
 13.
Nilai Y saat Yo
Karena Konstanta bernilai Negatif -100 tidak bisa dijadikan dasar menghitung Nilai Real Y, tetapi pinjam dari 
Persamaan Linier Fungsi C 
 14.
Garis Bantu Putus-Putus untuk BEP untuk Y, C, S
Tidak ada BEP karena ada di Wilayah Fungsi C dan untuk S Nilainya Rp 0,00

 15.
Scale Line
Ditarik lurus berupa Garis Penuh Lurus dari Angka 0 hingga bertemu dengan BEP sehingga membentuk dua (2) area yang masing-masing bersudut
45o


 16.
Menulis Nama Persamaan Linier Fungsi C
Dikemas sedemikian rupa, enak dan jelas untuk dipahami siapapun

 17.
Menulis Nama Persamaan Linier Fungsi S Dikemas sedemikian rupa dekat Garis Fungsi S yang terbentuk
 18.
Menulis Nama Sumbu Horisontal dan Vertikal, lalu diikuti dengan Nama Satuan Uangnya, misalnya Rp karena Kita di Indonesia
Dikemas sedemikian rupa, enak dan jelas untuk dipahami siapapun.

Pada Ujung Sumbu Horisontal, di bawahnya ditulis Y dan Rp dikurung di bawahnya. Jadinya 
  Y
(Rp) 

Pada Ujung Sumbu Vertikal, di Samping Kirinya ditulis C Rp dikurung di bawahnya. Jadinya 
 C
(Rp)
 
 
Delapan 18 point di atas sekaligus merupakan PETUNJUK LANGKAH/JURUS MEMBUAT GRAFIK FUNGSI C, S dan Y. Lebih tepat lagi SUHU kasih nama,"18 JURUS AJAIB MEMBUAT GRAFIK FUNGS S  &  Y".

Agar lebih jelas, silahkan dikaji HASIL GRAFIK YANG TELAH DIBUAT DI BAWAH INI alias PSPB (Pelajari Serius Perolehannya Berhasil). Mana tuh Grafiknya ? Klik Kiri 1x pada Grafiknya biar MEMBESAR, JADINYA TIDAK MENYIKSA MATA ... !




Akhirnya, Pengharapan Suhu Pelajarnya Bisa, Paham, Smart, Plus Barokah. Aamiiiiiin 13x. Oek Oek Oek ... !

AWAS !   Artikel ini BELUM FINAL, MASIH PERLU DIEDIT ULASANNYA. TUNGGU ... ! Meskipun demikian untuk sementara waktu SUDAH BISA DIPAKAI SEBAGAI ACUAN BELAJAR ... Trims.
Post a Comment

سرعة


Flag Counter