-->

Pages

Tuesday, 25 April 2017

Fungsi Konsumsi dan Tabungan serta Kaitannya Dengan Pendapatan Nasional-A


BAGIAN I
   I. Konsep Dasar
       Ini hasil kesepakatan Para Pakar Ekonomi Dunia :
1.    Pendapatan Nasional disimbolkan Y dari kata Yield. Yield = National Income =  Pendapatan Nasional. Karena diubah menjadi Fungsi Matematis maka menjadi “Fungsi Pendapatan Nasional”. Agar tidak bingung, pahami kembali Pelajaran tentang Fungsi Permintaan, Fungsi Penawaran dan Fungsi Keseimbangan Pasar”. Ingat kembali bahwasanya :
a.     Fungsi Permintaan terbentuk dari Tabel Permintaan atau Skala Permintaan.
b.    Fungsi Penawaran terbentuk dari Tabel Penawaran atau Skala Penawaran.
c.     Fungsi Keseimbangan Pasar terbentuk dari Fungsi Permintaan dan Fungsi Penawaran.
d.    Dari Fungsi Permintaan memunculkan Grafik Fungsi Permintaan.
e.    Dari Fungsi Penawaran memunculkan Grafik Fungsi Penawaran.
f.      Dari Fungsi Keseimbangan Pasar memunculkan Grafik Fungsi Keseimbangan Pasar. Ada 4 Model yakni :
  •       Grafik Keseimbangan Pasar Sebelum Pajak.
  •       Grafik Keseimbangan Pasar Setelah Pajak. 
  •       Grafik Keseimbangan Pasar Sebelum Subsidi. 
  •       Grafik Keseimbangan Pasar Setelah Subsidi. 
   g.     Berarti, bilamana mampu menguasai Fungsi Permintaan dan Penawaran serta Fungsi Keseimbangan Pasar, maka niscaya mampu menguasai pembahasan tentang  Fungsi Konsumsi dan Tabungan serta Kaitannya Dengan Pendapatan Nasional.
2.    Konsumsi Nasional disimbolkan C dari kata National Consumption, namun disingkat menjadi Consumption = Konsumsi.
3.    Tabungan disimbolkan S dari kata Saving. 

  II. Maksud Judul
       Fungsi Konsumsi dan Tabungan serta Kaitannya Dengan Pendapatan Nasional, mengandung beberapa maksud :
  1.             Fungsi Konsumsi itu merupakan Fungsi Matematis dan memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Pendapatan    Nasional yang merupakan Fungsi Matematis pula. Formulanya,”C = a + bY”, misalnya :  C = 100 + 0,8Y.
  2.         Fungsi Tabungan itu merupakan Fungsi Matematis dan memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Pendapatan Nasional yang merupakan Fungsi Matematis pula. Formulanya,”S = -a + (1 –bY)”, misalnya :  S = -100 + (1 - 0,8Y) atau disederhanakan menjadi  S = -100 + 0,2Y..
  3.         Fungsi Pendapatan Nasional itu merupakan hasil perpaduan antara Fungsi Konsumsi dengan Fungsi Tabungan. Dengan kata lain Fungsi Pendapatan Nasional itu merupakan hasil penjumlahan antara Fungsi Konsumsi dengan Fungsi Tabungan. Formulanya,”fY = fC + fS” atau fY = (a + bY) + {-a + (1 – bY)}, misalnya :  Y = {C = 100 + 0,8Y} + {S = -100 + (1 - 0,8Y)}   atau.  Y = {C = 100 + 0,8Y} + {S = -100 + 0,2Y}  atau cukup ditulis  Y = 100 + 0,8Y + (-100 + 0,2Y).
  4.         Besar kecilnya Fungsi Pendapatan Nasional (Fungsi Y = fY) ditentukan oleh besar kecilnya Fungsi C (fC) dan Fungsi S (fY) :
a.     fY besar berarti fCnya besar. Di mana fC > fS, berarti lebih besar Konsumsinya daripada Tabungannya..
b.     fY kecil berarti fCnya kecil, namun fSnya > fC, akan tetapi jarang terjadi.
c.     Bilamana Y bertambah, maka fY menjadi besar berarti fC dan fSnya ikut bertambah dan menjadi besar, namun dalam prakteknya fS < fC. Mengapa demikian ? Karena  keterbatasan Pendapatan Masyarakat  atau Negara, maka lebih memerlukan Kebutuhan Konsumsinya daripada Tabungannya, bahkan Tabungan yang sudah adapun dihabisi untuk Konsumsi saja.

III. Fungsi Konsumsi

1.    Definisi
       Fungsi Konsumsi : hubungan antara besarnya Konsumsi Nasional dengan besarnya Pendapatan Nasional pada suatu periode biasanya 1 tahun  di suatu negara, misalnya : Indonesia, Malaysia, Singapura.
2.    Simbol Konsumsi
       Konsumsi disimbolkan dengan C dari kata “Consumption”.
3.    Rumus Hubungan Antara C dengan Pendapatan Nasional
C = a + bY, misalnya :  C = 100 + 0,8Y.
Keterangan :
a.     Bagian C yang perlu dipahami :
  •                                     C menunjukkan Jumlah Tingkat Pengeluaran/Pembelajaan Konsumsi Nasional. 
  •                           C menjadi Variabel Terikat (Dependent Variable) yang besar kecilnya tergantung dari besar  kecilnya Variabel Bebasnya (Independent Variable) yakni a + bY.
b.    Bagian a yang perlu dipahami :
  •                                        a menunjukkan Jumlah Tingkat Pengeluaran/Pembelanjaan Konsumsi Nasional pada saat Y = 0. Disebut juga Tingkat Konsumsi Otonom/Asal/Asli/Sebelum Y Berubah (Yo).
  •                           a menjadi Variabel Bebas sebagai Konstanta yang bilamana digambarkan dalam Grafik akan membentuk Titik Awal (Slope) untuk menarik Grafik ke arah perubahannya mengikuti Nilai Koefisien yang terbentuk.
                  c. Bagian b yang perlu dipahami :    
  •                                       b menunjukkan Jumlah Tingkat Hasrat Tambahan Konsumsi Nasional sebagai akibat perubahan besarnya Pendapatan Nasional (Y). Biasa disebut MPC (Marginal Propensity to Consumption atau Marginal Propencity to Consume = Batas Hasrat/Kecenderungan untuk Konsumsi).
  •                          Karakteristik b atau MPC :
  1.                          Baru muncul Nilainya bilamana ada Perubahan Y.
  2.                          Bilamana Nilai Y dalam kondisi Tetap Otonom, maka  b = 0.
  3.                          b dinamakan juga MPC.
  4.                          MPC diperoleh dari  Delta C dibagi Delta Y  atau  MPC  =  ∆ C /  ∆ Y.
-->
      
d.     Y menunjukkan Yield (National Income = Pendapatan Nasional).
e.    C = a + bY merupakan “Fungsi Linier” yang menunjukkan Hubungan Fungsional antara Tingkat Y dengan C dan grafiknya selalu membentuk “Gafik Garis Lurus”. Jadi :
  •                                       C sebagai Variabel Terikat (Dependent Variable) atau Variabel Tergantung atau Variabel Yang Dipengaruhi Hasilnya oleh Variabel Bebas.
  •                             a + bY sebagai Variable Bebas (Independent Variable) yang mempengaruhi besare kecilnya Nilai Variabel Terikat alias Variabel Yang Digantungi atau Variabel Yang Mempengaruhi Variabel Terikat, di mana a Variabel Bebas Konstanta dan b merupakan Variabel Bebas Koefisien dari Y atau Nilai MPCnya.
f.    C = a + bY maksudnya besar kecilnya Nilai C Yang Baru tergantung dari besar kecilnya Nilai C pada saat Pendapatan Nasional (Y) belum berubah (Yo), yang ditambah dengan besar kecilnya Nilai MPC di mana Nilai Sangat Tergantung atas besar kecilnya Nilai Y yang Baru (Y1)


BERSAMBUNG ... !
MA'AF DECH, UNTUK SEMENTARA WAKTU "TAMPILANNYA SALBUT". Diketik via Ms Word 2007, lalu Copy Paste di New Post dan hasilnya seperti ini. Untuk mengeditpun memerlukan waktu yang lama ! Nikmati dulu yang ada ... !

Rencana akan ditampilkan dalam Bentuk Tabel. Ini Rancangannya :



NOMOR
MUATAN   PEMBAHASAN   MATERI
DOWNLOAD
TANYA JAWAB
PRINT







I.







1.






1.1.







a.




















































































































































































Post a Comment

سرعة


Flag Counter