-->

Pages

Tuesday, 25 April 2017

Elastisitas Permintaan

Perhatian, Sebelum Pembahasannya Berlanjut !  alias P, SPB !
  1. Sebelum mengkaji Elastisitas Permintaan, pahami kembali tentang Permintaan.
  2. Sebelum mengkaji Elastisitas Permintaan, pahami kembali pula tentang Penawaran
Harapannya ?

Pahami Sebelumnya, Pahamlah Berikutnya !!!  Idiiih, PS, PB lah !

Link :
  1. Konsep Pasar - Wikipedia -  Indonesia Version -
  2. Market Concept - Wikipedia - English Version
  3. Elasticity - Wikipedia




NOMOR


MUATAN   PEMBAHASAN   MATERI

KETERANGAN
 I.
Deskripsi Umum Pembeli/Konsumen dan Fluktuasi Permintaan

Pada periode tertentu, Para konsumen cenderung membeli lebih dari satu barang bilamana  antara lain :


  • Harga barang yang bersangkutan  turun,
  • Pendapatan naik, 
  • Selera sedang naik,
  • Harga barang substitusi turun, 
  • Harga barang komplemen turun.
  • Musim panen,
  • Sangat dibutuhkan karena faktor X,  misalnya : Hajatan Keluarga, Hajatan Organisasi, Adanya peringatan Hari Besar Keagamaan, Adanya peringatan Hari Besar Nasional, Situasi Perang, Musim Hujan, Musim Panas, Musim Dingin.
  • Waktu/Periode.


Sebaliknya,  pada periode tertentu pula cenderung hanya membeli barang seperlunya saja bilamana antara lain  :
  • Harga barang bersangkutan naik,
  • Pendapatan turun atau tetap, 
  • Selera sedang turun,
  • Harga barang substitusi naik, 
  • Harga barang komplemen naik,
  • Tidak musim panen,
  • Kurang dibutuhkan karena faktor X,
    misalnya : Tingkat Intensitas Kebutuhan, Tiadanya hajatan Keluarga, Tiadanya hajatan Organisasi, Bukan saatnya peringatan Hari Besar Keagamaan, Bukan saatnya peringatan Hari Besar Nasional, Bukan Situasi Perang, Bukan Musim Hujan, Bukan Musim Panas, Bukan Musim Dingin. 
  • Waktu/Periode


Dengan demikian, dikatakan Permintaan mengalami Fluktuasi (Naik, Tetap, Turun). Rupanya, selama proses fluktuasi tersebut telah menarik Para Ekonom untuk meneliti ARAH PERUBAHAN PERGERAKANNYA, maksudnya, arah perubahan di mana jumlah barang yang diminta bergerak, dan bukan seberapa besar perubahannya.


Para Ekonom telah sepakat bahwasanya untuk mengukur seberapa besar para konsumen merespons perubahan tersebut pada periode tertentu dinyatakan dalam dalam variabel-variabel tertentu, dengan topik utama "Harga Permintaan (Price of Demand = Pd atau cukup disingkat P) dan Jumlah Permintaan (Quantity of Demand = Qd atau cukup disingkat Q) dengan menggunakan salah cabang dari Ilmu Ekonomitri yakni  menggunakan Pendekatanan Konsep Elastisitas.

Dengan adanya uraian Deskripsi Umum Pembeli/Konsumen  dan Fluktuasi Permintaan diharapkan paham ke arah mana Pembahasan Topik Elastisitas Permintaan.

Intinya, suatu waktu Permintaan dalam kondisi Tetap, Naik atau Turun ternyata dipengaruhi oleh beberapa faktor penyebabnya.

Beberapa faktor tersebut diteliti untuk dicarikan solusinya melalui Pendekatan Ilmu Ekonomitri khususnya Elastisitas Permintaan yang tentunya diujudkan melalui Disiplin Ilmu Matematika. Karena ada unsur Matematika, makanya dikategorikan Ilmu Ekonomitri. Ekonomitri merupakan salah satu Cabang dari Ilmu Ekonomi yang dalam pembahasannya menerapkan Ilmu Matematika.

Jadi, jangan heran, bilamana dalam Elastisitas Permintaan bertemu dengan Hitung-Menghitung. Oleh karena itu, harus sabar, tenang, teliti, dan mata dilarang keras berkunang-kunang.

Elastis = peka, mulur, molor, lentur, kenyal.

Elastisitas = kepekaan, pemuluran, pemoloran, kelenturan, kekenyalan.


 II.
Definisi Elastisitas  Permintaan

Merupakan ukuran besarnya respons jumlah permintaan atau jumlah penawaran terhadap perubahan salah satu penentunya.

atau

Merupakan ukuran besarnya respons jumlah permintaan suatu barang terhadap perubahan variable yang mempengaruhi, dihitung sebagai perubahan persentase jumlah permintaan dibagi dengan perubahan persentase variabel yang mempengaruhi,

atau

perbandingan (rasio) antara persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentase perubahan harga.

Dengan demikian, Elastisitas Permintaan merupakan pengukuran derajat kepekaan perubahan jumlah yang diminta terhadap perubahan harga.  Jumlah Permintaan bisa naik atau turun atau tetap tergantung utama pada Naik, Turun atau Tetapnya Harga itu sendiri.

Jenis elastisitas, antara lain:

  1. Price Elasticity of Demand (Elastisitas Harga)
  2. Cross Elasticity of Demand (Elastisitas Silang)
  3. Income Eelasticity of Demand (Elastisitas     Pendapatan)

Coba baca ini juga dong, biar lebih paham.
 III.
Karakteristik  Elastisitas Permintaan dan Hubungannya Dengan Hukum  Permintaan
 

  • Bilamana dibuatkan grafiknya, maka memiliki Slope Negatif (-) yang tunduk pada Hukum Permintaan  “Semakin tinggi harga barang maka jumlah barang yang diminta semakin sedikit dan begitu pula sebaliknya”.
  • Apabila harga barang X mengalami penurunan, sedangkan pendapatan tetap, maka jumlah barang X yang dibeli cenderung meningkat.
  • Apabila harga barang X mengalami penurunan, sedangkan harga barang lain tetap dan pendapatan naik, berarti harga barang X relatif murah, maka berakibat jumlah barang X diminta cenderung lebih besar/meningkat.
  • Apabila harga barang X mengalami kenaikan, dan harga barang lain , sedangkan Pendapatan tetap, meski relatif murah harganya, maka Jumlah Permintaan cenderung turun.
  • Apabila harga barang X mengalami kenaikan, dan biasanya diikuti harga barang lain juga ikut meningkat, maka Jumlah Permintaan cenderung lebih kecil/turun.

Slope = Kemiringan maksudnya Garis Lurus yang ditarik miring mengikuti arah gerakan Sumbu Vertikal (Price = P= Harga) dan Sumbu Horisontal (Q = Quantity = Jumlah Barang).

P yang dimaksud Pd (Price of Demand) = Harga Permintaan karena yang dibahas "Tingkat harga yang diterima oleh Pembeli".

Q yang dimaksud Qd (Quantity of Demand) = Jumlah Permintaan karena yang dibahas yang dibahas "Tingkat Jumlah Barang yang diminta/dibeli oleh Pembeli".
 IV.
Faktor- faktor yang mempengaruhi Elastisitas
  1. Seberapa besar barang-barang lain dapat menggantikan barang yang bersangkutan atau lebih simpel,"Kadar Peran Nilai Barang Substitusi".
  2. Besar Pendapatan.
  3. Waktu Analisis Kebutuhan, Pendapatan dan Kondisi Pasar.
  4. Banyak tidaknya macam penggunaan barang yang bersangkutan.
  5. Tersedianya Barang Substitusi yang Terdekat.
    Barang-barang dengan substitusi terdekat cenderung memiliki permintaan yang lebih elastis karena mempermudah para konsumen untuk mengganti barang tersebut dengan yang lain. Misalnya, mentega dan margarine merupakan barang yang mudah diganti dengan yang lain. Kenaikan harga mentega sedikit saja, jikalau harga margarine tetap, akan mengakibatkan jumlah mentega yang terjual turun drastis. Sebaliknya, karena telur merupakan makanan tanpa substitusi dekat, maka permintaan akan telur tidak seelastis permintaan akan mentega. 

    • Lihat kembali ulasan pada Deskripsi Umum Pembeli/Konsumen dan Fluktuasi Permintaan ... !


 V.
Kebutuhan versus Kemewahan
 
Kebutuhan cenderung memiliki permintaan yang In Elastis, sebaliknya kemewahan memiliki permintaan yang elastis. 


Contoh, ketika biaya berobat ke dokter meningkat, oreng tidak akan secara dramatis mengubah frekuensi mereka ke dokter, meskipun mungkin tidak sesering sebelumnya. Sebaliknya ketika kapal pesiar meningkat, maka jumlah permintaan kapal pesiar akan turun banyak. Alasannya karena kebanyakan orang melihat berobat ke dokter sebagai suatu kebutuhan, sedangkan kapal pesiar sebagai suatu kemewahan. 

Dengan demikian, gara-gara Perbedaan Tingkat Intensitas Kebutuhan, maka Tingkat Elastisitasnya juga berbeda. 

Suatu barang merupakan suatu kebutuhan atau suatu kemewahan tidak tergantung pada sifat hakiki barang itu, tetapi pada pilihan pembeli. 
Contoh, bagi seorang pelaut yang tidak terlalu memperhatikan kesehatannya, kapal pesiar mungkin sebuah kebutuhan dengan permintaan yang inelastis, sedangkan berobat ke dokter adalah kemewahan dengan permintaan yang elastis. 
Versus (Vs) = Lawan, Kontra, Musuh.

Renungkan kembali. Pada saat Barng, Kurang dibutuhkan karena faktor X,
misalnya : Tingkat Intensitas Kebutuhan, Tiadanya hajatan Keluarga, Tiadanya hajatan Organisasi, Bukan saatnya peringatan Hari Besar Keagamaan, Bukan saatnya peringatan Hari Besar Nasional, Bukan Situasi Perang, Bukan Musim Hujan, Bukan Musim Panas, Bukan Musim Dingin. 

Pahami kembali konsep Jenis Kebutuhan dilihat dari sudut pandang Tingkat Intensitas Kebutuhannya : 
  • Kebutuhan Primer, 
  • Kebutuhan Sekunder dan
  • Kebutuhan Lux/Tertier/Mewah.
 VI.
Hubungan Elastisitas Permintaan dengan Definisi Pasar 


Elastisitas permintaan dalam segala Jenis Pasar bergantung pada bagaimana kita menggambarkan Batas-Batas Pasar. 

Pasar yang terdefinisi sempit cenderung memiliki permintaan yang lebih elastis dibandingkan yang terdefinisi luas, karena lebih mudah menemukan substitusi untuk barang-barang yang terdefinisi secara sempit. 

Contoh :

Makanan, sebuah kategori yang luas, memiliki permintaan yang inelastis karena tidak ada barang substitusi untuk makanan. 

Es krim, sebuah kategori yang lebih sempit, memiliki permintaan yang lebih elastis karena mudah untuk menggantinya dengan pencuci mulut lain. 

Es krim vanilla, sebuah kategori yang sangat sempit, memiliki permintaan yang sangat elastis karena rasa lain es krim merupakan barang substitusi yang hampir sempurna untuk vanilla.
Agar lebih paham ini, maka harus memahami Definisi Pasar dan Jenis Pasar atau Bentuk-Bentuk Pasar.


 VII.
Hubungan Elastisitas Permintaan dengan Rentang Waktu/Periode
 

Barang-barang cenderung memiliki permintaan yang lebih elastis selama kurun waktu yang lebih panjang. 

Contoh :

Ketika harga bensin naik, jumlah permintaan bensin hanya sedikit mengalami kemerosotan pada beberapa bulan pertama. Namun setelah itu, bagaimanapun juga, orang-orang akan membeli mobil-mobil yang lebih irit bahan bakar, menggunakan transportasi umum, dan pindah ke tempat kerja yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka. Dalam beberapa tahun, jumlah permintaan bensin akan menurun drastis.


Lihat kembali Uraian I dan IV di atas.

 VIII.
Pendekatan Umum Menghitung Elastisitas Permintaan
 
Para ekonom menghitung elastisitas permintaan sebagai perubahan persentase jumlah permintaan dibagi perubahan persentase variabel yang mempengaruhi, yang bisa dimisalkan dengan Variabel Harga.

Elastisitas harga permintaan = perubahan jumlah prosentase permintaan / perubahan prosentase harga. 


Contoh, anggaplah bahwasanya peningkatan 10 persen harga es krim mengakibatkan jumlah es krim yang anda beli turun hingga 20 persen. 

Kita menghitung elastisitas permintaan anda sebagai berikut:

Elastisitas harga permintaan = 20% / 10% = 2

Dalam contoh ini, elastisitasnya adalah 2, mencerminkan bahwasanya  perubahan jumlah permintaan berbanding terbalik atau berbanding berlawanan arah dengan dua kali besarnya perubahan harga. Istilah kasarnya, gara-gara Harga Naik 1x, maka akan direspon Negatif oleh Pembeli sebesar 2x atau Harga Naik 1x dari Penjual  <  Permintaan turun 2xnya oleh Pembeli).

Oleh karena jumlah barang yang diminta berhubungan negatif dengan harganya, maka perubahan presentase jumlah akan selalu memiliki tanda yang berlawanan dengan perubahan presentase harga. 


Dalam contoh ini, perubahan presentase harga adalah positif 10 persen (mencerminkan sebuah peningkatan), dan perubahan presentase jumlah yang di minta adalah negatif 20 persen (mencerminkan sebuah perunan). 

Atas alasan ini, elastisitas harga permintaaan terkadang dinyatakan sebagai Bilangan Negatif. Dalam hal ini kita mengikuti praktek umum dengan menghilangkan Tanda Minus dan menuliskan semua elastisitas harga sebagai Bilangan Positif (Para Matematikawan menyebutnya sebagai Nilai Absolut)

Dengan kesepakatan ini, Elastisitas merupakan elastisitas harga yang menggambarkan Tingkat Kepekaan Respon dari Perilaku Pembeli atas fluktuasinya Harga Barang/Jasa yang berpengaruh pada fluktuasinya Jumlah Permintaannya. Saat Harga Naik, responnya Negatif sehingga Jumlah Permintaannya cenderung berkurang/turun. Saat Harga Turun, responnya Positif sehingga cenderung Jumlah Permintaannya Bertambah/Naik.


Selanjutnya dibahas pada X, XI dan XII di bawah.
 IX.
Manfaat Kajian Penghitungan Elastisitas Permintaan 

  • Bagi Investor/Penguasaha/Perusahaan/Produsen
Dapat digunakan sebagai dasar  untuk     membuat suatu kebijakan atau strategi Manajemen APB (Anggaran Pendapatan Belanja) Perusahaan yang arif dan bijaksana khususnya Penjualan.
  • Bagi Pemerintah, 
Dengan mengetahui dari sifat barang (ekspor dan impor) termasuk Barang Non Ekspor dan Non Impor,  dapat disusun suatu kebijakan yang arif dan bijaksana yang mendukung dalam Manajemen APBD dan APBN.
  • Bagi Konsumen
Bisa lebih arif dan bijaksana dalam mengendalikan APBRT (Anggaran Pendapatan Belanja Rumah Tangga)

  
X.

Elastisitas Harga (Exx)

Elastisitas harga dimanfaatkan untuk menentukan sifat permintaan suatu barang.

Jenis Elastisitas Harga :
  1. Elastis yaitu Permintaan dengan elastisitas haga lebih besar dari 1 (E > 1) atau (E = X > 1) atau  (Ed > 1) atau bisa ditulis (Ed = X > 1).
  2. Elastisitas Tunggal (Uniter) atau Satuan yaitu Permintaan dengan elastisitas harga sama dengan 1 (E = 1) atau (E = X = 1) atau  (Ed = 1) atau bisa ditulis (Ed = 1 = 1) atau Ed. (1) = 1.
  3. Elastis Sempurna  yaitu Permintaan dengan Elastisitas Harga sebesar Tidak Terhingga > 1 atau (E = ~ > 1) atau  (Ed ~ > 1) atau bisa ditulis (Ed = ~ > 1).
  4. In Elastis (Tidak Elastis) yaitu Permintaan dengan elastisitas harga lebih kecil dari 1 (E < 1) atau (E = X < 1) atau  (Ed  <  1) atau bisa ditulis (Ed = X < 1).
  5. In Elastis Sempurna yaitu Permintaan dengan elastisitas harga Nol (E < 1) atau (E = 0 < 1) atau  (Ed  <  1) atau bisa ditulis (Ed = 0 < 1).
Rumus :
 
Exx = %∆Q / %∆P = ∆Qx/∆Px x Px/Qx


 

 XI.
Elastisitas Silang (Exy)
 
Elastisitas silang dimanfaatkan untuk menentukan sifat hubungan antar barang.

Sifat hubungan antar barang dapat dibedakan menjadi :
  1. Barang Substitusi (Saling menggantikan) merupakan sifat hubungan antar barang dikatakan substitusi apabila elastisitas silang lebih besar dari nol (Positif).
  2. Barang Komplementer (Saling melengkapi) merupakan sifat hubungan antar barang dikatakan komplementer apabila elastisitas silang lebih kecil dari nol (Negatif).
  3. Hubungan Netral merupakan sifat hubungan antar barang dikatakan netral apabila elastisitas silang sama dengan nol.
Rumus : 

Exy = ∆Qx/∆Py x Py/Qx


 

 XII.
Elastisitas Pendapatan (Exi)
 

Elastisitas pendapatan dimanfaatkan untuk menentukan suatu barang masuk ke dalam kelompok atau jenis barang apa.

Jenis barang dapat dibedakan menjadi:
  1. Barang Superior (Barang Mewah) adalah barang yang perubahan jumlah barang yang diminta lebih besar dari pada perubahan pendapatan konsumen. Suatu barang dikatakan barang mewah apabila elastisitas pendapatannya lebih besar dari 1  (E > 1).
  2. Barang Inferior adalah barang yang apabila pendapatan konsumen bertambah maka jumlah barang yang diminta justru semakin berkurang. Suatu barang dikatakan barang inferior apabila elastisitas pendapatannya lebih kecil dari nol (negatif) --- > (E = -X < 0 < 1).
  3. Barang Normal (Kebutuhan Sehari-Hari atau Kebutuhan Pokok) adalah barang yang perubahan jumlah barang yang diminta lebih kecil dari perubahan pendapatan konsumen. Suatu barang dikatakan barang normal apabila elastisitas pendapatannya positif tapi kurang dari 1 ( E = 0 < X < 1).
Rumus :

Exi = ∆Qx/∆I x I/Qx

 
Keterangan : I = Income (pendapatan)

 

XIII.
Total Revenue ( Penerimaan Total )
 

Merupakan  jumlah uang yang diterima oleh produsen dari hasil penjualan output, besarnya uang yang diterima tergantung dari jumlah output yang dijual. 


Rumus :  


TR = P x Q
 
TR = Total Revenue
P = Price ( Harga )
Q = Quantity ( Jumlah Produksi)


 
Apa hubungannya antara Elastisitas Permintaan dengan TR ?

Tunggu penjelasannya !
 XIV.
Average Revenue ( Penerimaan Rata-Rata)
 

Merupakan tambahan pada penerimaan total (TR) yang diakibatkan oleh tambahan penjualan 1 unit atau output. 


Rumus : 

AR = TR/Q

AR = Average Revenue
TR = Total Revenue
Q = Quantity ( Jumlah  Produksi )


Apa hubungannya antara Elastisitas Permintaan dengan AR ?

Tunggu penjelasannya !

 XV.

Marginal Revenue ( Penerimaan Marjinal )
 

Merupakan tambahan pada penerimaan total (TR) yang diakibatkan oleh tambahan penjualan 1 unit atau output. 


Rumus : 

MR = ∆TR/∆Q

MR = Marginal  Revenue
TR = Total Revenue
Q = Quantity ( Jumlah  Produksi )

∆ = Jumlah Perubahan



Apa hubungannya antara Elastisitas Permintaan dengan MR ?

Tunggu penjelasannya !
 XVI.
Hubungan Elastisitas Dengan Tabel Permintaan

 

XVII.
Hubungan Elastisitas Dengan Kurva Permintaan

 

 XVIII.
Hubungan Elastisitas Dengan Fungsi Permintaan

 

 XIX.
 Hubungan Elastisitas Dengan Elastisitas  Penawaran

 

 XX.
 Hubungan Elastisitas Dengan Pendapatan Nasional

 

 XXI.
Hubungan Elastisitas Dengan Tabel Keseimbangan Pasar

 

 XXII.
Hubungan Elastisitas Dengan Fungsi Keseimbangan Pasar

 

 XXIII..
Hubungan Elastisitas Dengan Kurva Keseimbangan Pasar Sebelum Pajak

 

 XIV.
Hubungan Elastisitas Dengan Kurva Keseimbangan Pasar Setelah Pajak

 

 XXV.
Hubungan Elastisitas Dengan Kurva Keseimbangan Pasar Sebelum Subsidi 

 

 XXVI,
Hubungan Elastisitas Dengan Kurva Keseimbangan Pasar Sebelum Subsidi

 

 XXVII.
Soal-Soal Elasitisitas

 

 XXVIII.
Lain-Lain 

 





















.












Post a Comment

سرعة


Flag Counter