-->

Pages

Sunday, 15 February 2009

JARDIKNAS ONLINE 2009

SOUVENIR OF AUTONOMY AWARD 2009 IN THE DIKNAS KAB. PROBOLINGGO

THURSTDAY, 2-12-2009


Alhamdu lil laah, pada hari Kamis Siang Bolong Mlompong, 12-2-2009, SMA Negeri 1 Kraksaan mendapatkan kepercayaan dari DIKNAS Kabupaten Probolinggo dalam rangka meeting periapan Perebutan Otonomi Award 2009. Sebenarnya SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21 harus berangkat bersama dengan Professor dr. Komputer Andalan Kita yakni Mr. Muhammad Wasil. Mengingat padatnya kegiatan yang harus dipersiapkan, maka bagi-bagi tugas agar sama-sama jalan dan tujuan lebih efektif tercapai, di mana Mr. Wasil tetap di Sekolah dan SUHU harus meluncur ke Kantor DIKNAS. Inipun masih dititipi Rekan Seperjuangan dan Sependeritaan untuk melihat berkas Pemberkasan Sertifikasi Yang Lulus Portofolio dari SMA Negeri 1 Kraksaan,"Apakah sudah selesai apa belum di DIKNAS sana ?". Apapun hasilnya, SUHU harus segera memberitahu ke Rekan-Rekan Seperjuangan dan Sependeritaan. Ternyata belum selesai. Karena harus segera memenuhi undangan DIKNAS urusan Otonomi Award 2009, maka SUHU segera bergegas mencari Tempat Pertemuaannya. Ternyata di dalam Musholla. SUHU kira banyak orang ternyata hanya 6 orang termasuk SUHU sendiri.



Siapa saja yang hadir di Musholla tersebut ? Ohooo ... dihadiri oleh 1 Orang Yang SUHU Kenal dan Sisanya Tidak Kenal. Karena Belum Kenal, ya kenalan dong. Akhirnya jadi kenal juga. Menambah teman dan saudara. Selengkapnya sebagai berikut :
  1. Mr. Milatul asal Gresik selaku Pendekar Komputer Kelas I di DIKNAS Kabupaten Probolinggo.
  2. Mr. Untung Sudibyo selaku Pengawas Diknas Dikmenum DIKNAS Kabupaten Probolinggo.
  3. Mr. Arie Pendekar Komputer Rambut Gondrong. Entah Arie siapa tak tahulah. Lha wong dapatnya cuma ini. Salahnya, tidak tanya nama lengkapnya. Beliau asal Surabaya yang menjadi Tamu Penting DIKNAS Kabupaten Probolinggo. Beliaulah yang banyak bicara pada saat itu. Aduuuh ... ngomomng-ngomong SAAT, SUHU menjadi teringat Orang Yang Adzan Maghrib di TV yakni Mr. Saat. Memangnya yang adzan namanya Mr. Saat ? Kayaknya ya ? Alasannya ? Tuh lihat tuuuh ... ! Ada tulisan SAAT ADZAN MAGHRIB UNTUK SURABAYA DAN SEKITARNYA. Berarti yang adzan namanya SAAT dong. Ah bisa-bisa saja ! Aaaah ! Tak tahulah ... !!!!!!??????????????????
  4. Mr. Supyanto, Guru TIK SMP Negeri 1 Kraksaan.
  5. Mr. Sugeng N. , Guru TIK SMP Negeri 1 Dringu.
  6. SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21, Guru Ekonomi SMA Negeri 1 Kraksaan (21 tahun) yang yang kecebur blung menjadi Guru TIK sejak tahun 2006-2009 saat ini. Otomatis pengalaman TIK-nya masih kecil kan ?! Ya memang memang betul tul tul tuuuuul.
Di akhir pertemuan itulah, SUHU dan Undangan Lainnya mendapatkan SOUVENIR yang sangat berharga bagi pengembangan TIK dalam dunia pendidikan di wilayah Kabupaten Probolinggo. Silahkan dibaca dan dipahami maksudnya. Kemudian partisipasi aktifnya dong. Saat membaca boleh dengan segala gaya. Yang penting,"Halaalun". Di atas pohon juga boleh kok. Apaan tuh ?


Pengertian Umum
Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) adalah program pengembangan infrastruktur jaringan online skala nasional (National Wide Area Network) yang dibangun oleh Departemen Pendidikan Nasional (DEPDIKNAS) Pemerintah Republik Indonesia untuk menghubungkan antar institusi dan komunitas pendidikan se-Indonesia. Jardiknas merupakan salah satu program strategis pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk dunia Pendidikan di Indonesia. Melalui infrastruktur jaringan online (Jardiknas) diharapkan dapat mempercepat pengembangan integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi pada program pemerintah sektor pendidikan untuk kemajuan Pendidikan Indonesia saat ini dan di masa depan. (http://jardiknas.diknas.go.id/cont/profil/sekilas.php)

Tujuan Jardiknas
Tujuan pengembangan Jardiknas adalah sebagai media informasi dan komunikasi online antar institusi dan komunitas pendidikan di seluruh Indonesia dalam rangka peningkatan mutu, pemerataan akses, transparasi dan akuntabilitas Pendidikan Nasional.( http://jardiknas.diknas.go.id/cont/profil/tujuan.php)

Sejarah
Istilah JARDIKNAS (Jejaring Pendidikan Nasional) digunakan pertama kali bulan Juli 2006 sejalan dengan program pengembangan infrastruktur ICT (Information and Communication Technology) di lingkungan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Mandikdasmen Depdiknas. Pada awalnya, PSMK Mandikdasmen Depdiknas berencana membangun infrastruktur jaringan online skala nasional untuk kebutuhan interkoneksi antar sekolah (Zona Sekolah) di setiap wilayah Kota/Kabupaten se-Indonesia. Dalam perkembangannya, infrastruktur jaringan online tersebut juga dihubungkan ke seluruh kantor Dinas Pendidikan Propinsi dan Kota/Kabupaten se-Indonesia sebagai simpul lokal JARDIKNAS di daerah (Zona Kantor Dinas). Dimana setiap kantor dinas pendidikan (sebagai simpul lokal) tersebut berkewajiban untuk mendistribusikan koneksi JARDIKNAS ke sekolah-sekolah termasuk sekolah SMK yang berfungsi sebagai ICT Center di daerah masing-masing.
Sejalan dengan program JARDIKNAS, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti Depdiknas) juga turut mengembangkan infrastruktur jaringan skala nasional khusus antar perguruan tinggi yang disebut INHERENT (Indonesia Higher Education Network). Ada 32 perguruan tinggi negeri sebagai simpul lokal INHERENT dimana simpul lokal tersebut mendistribusikan koneksinya ke perguruan tinggi lain di wilayah masing-masing. Hingga akhir tahun 2006 infrastruktur JARDIKNAS dan INHERENT belum sepenuhnya terintegrasi menjadi satu kesatuan inrastruktur jaringan pendidikan nasional secara utuh.
Pada tanggal 13 November 2006 Pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2006 tentang Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional. Dari konsideran Peraturan Perundangan ini terdapat kebijakan al.
a. bahwa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah salah satu pilar utama pembangunan peradaban manusia saat ini dan merupakan sarana penting dalam proses transformasi menjadi bangsa yang maju.
b. bahwa teknologi informasi dan komunikasi memiliki peranan yang besar dalam mensejahterakan kehidupan bangsa.
c. bahwa teknologi informasi dan komunikasi mampu mendorongterciptanya kemandirian bangsa dan peningkatan daya saing nasional.
d. d. bahwa pengembangan, pembangunan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi memerlukan koordinasi dan sinergi yang terpadu dan terarah dari segenap pemangku kepentingan dibidangnya.
e. bahwa Tim Koordinasi Telematika Indonesia yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2003 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan
Dari fungsi disimpulkan bahwa Pemerintah berpandangan bahwa TIK harus menjadi aspek dari segala bidang pembangunan atau dengan kata lain Pemerintah mencoba melaksanakan pembangunan bertulang punggung Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Hal ini agak menjadi arah Jardiknas semakin strategis karena ruang lingkup dan pengembangan yang menjadi arah Jardiknas saat itu sangat memenuhi amanat dari Keputusan Presiden ini
Pada bulan Maret 2007, infrastruktur JARDIKNAS diresmikan oleh Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada acara pembukaan konferensi regional antar Menteri Pendidikan se Asia Tenggara di Bali (SEAMEO – South East Asian Ministry Of Education). Peresmian JARDIKNAS tersebut diikuti dan disaksikan juga oleh 34 lokasi terpilih melalui sistem Video Conference JARDIKNAS secara bersamaan yang melibatkan perwakilan dari beberapa Dinas Pendidikan Propinsi, Kota/Kabupaten, Perguruan Tinggi (INHERENT) dan beberapa sekolah.
Pada bulan akhir Mei 2007, Komisi X DPR RI melakukan evaluasi terhadap program Teknologi Informasi dan Komunikasi di lingkungan Depdiknas. Hasil evaluasi tersebut mengamanahkan untuk mengintegrasikan secara utuh keberadaan infrastruktur jaringan online di lingkungan DEPDIKNAS (JARDIKNAS dan INHERENT) agar berjalan dengan lebih efektif dan efisien.
Dalam rangka integrasi Jardiknas dan Inherent tersebut, Biro Perencanaan dan KLN Sekretariat Jenderal Depdiknas ditugaskan untuk membuat perencanaan dan mengimplementasikan infrastruktur jaringan online skala nasional yang terpadu. Mulai bulan Agustut 2007 program integrasi tersebut secara resmi menggunakan satu istilah saja yaitu: JARDIKNAS (Jejaring Pendidikan Nasional). Dimana infrastruktur INHERENT yang sebelumnya berdiri sendiri, sekarang telah terintegrasi secara utuh bagian dari JARDIKNAS (zona Perguruan Tinggi)
Secara umum pada Jardiknas dibagi menjadi 4 (empat) zona jaringan, yaitu: Zona Kantor Dinas Pendidikan, Zona Perguruan Tinggi (INHERENT), Zona Sekolah dan Zona Personal. Pembagian zona didasarkan pada kondisi geografis, ketersediaan teknologi, skala kebutuhan, fungsi dan manfaat program Jardiknas untuk setiap institusi dan komunitas pendidikan. (http://jardiknas.diknas.go.id/cont/profil/sejarah.php)
Sejalan dengan itu Pemerintah berkehendak mengatur materi Teknologi Informasi dan Komunikasi secara transparan, sehingga dapat mempercepat proses implementasi secara luas dan memliki Standar Operasi dan Prosedur. Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki aspek luas, mencakup seluruh bidang kehidupan bangsa. Pemerintah berkepentingan mendayagunakan teknologi ini dalam jalur-jalur tugas, pengertian-pengertian mengenai komponen-komponen teknologi dan pembentukan node-node aktif sampai ke pelosok Nusantara. Kemudian Pemerintan mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 38 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional
a. bahwa dalam rangka mendukung tercapainya pemerataan dan perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan, serta penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik, diperlukan teknologi informasi dan komunikasi yang mampu meningkatkan pelayanan dan mendukung penyediaan informasi dan pelaporan bagi penentu kebijakan pendidikan dan pemangku kepentingan serta penyelenggaraan pembelajaran secara tepat, transparan, akuntabel, dan efisien.
b. bahwa untuk keselarasan perencanaan, pengembangan, dan implementasi teknologi informasi dan komunikasi sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu adanya pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi secara terpadu
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional
Peraturan Perundangan ini menjadi hal penting bagi perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional. Meskipun Peraturan hanya menyebutkan Jardiknas dan Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional, namun Peraturan ini memberikan pengaturan yang sangat jelas bagi Teknologi Informasi dan Komunikasi terutama yang berbasis computer. Bahkan menurut kami Peraturan ini menjadi Peraturan yang pertama yang memberikan kepastian hukum mengenai Teknologi Informasi walaupun Teknologi ini terhitung baru dalam perkembangannya Berikutnya diberikan pengertian tentang Perangkat Keras dan terutama Perangkat Lunak yang menjadi kendala pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Di situ tidak hanya disebutkan hanya perangkat lunak komersial bahkan perangkat lunak berbasis Open Source (linux misalnya) mendapat tempat yang dominan dalam pengembangan Jardiknas. Hal ini tentunya memberikan peran dan andil utama bagi Lingkungan Depdiknas dalam hal Teknologi Informasi dan Komunikasi.


Inpres
Inpres ini memperkuat pelaksanaan Kepmendiknas 38 tahun 2008. Pemerintah sangat konsisten dalam mencanangkan berjalannya kebijakan Teknologi Informasi dan Komunikasi.Pemerintah kali ini tidak hanya memberikan pengertian dan arah kebijakan tapi telah mencanangkan target ruang lingkup Jardiknas secara transparan. Dalam target pencapaiannya bahkan diperkirakan akan terjadi usaha keras di Lingkungan Depdiknas untuk memenuhi target ini sekaligus menjadi leader dalam pembangunan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Dengan aspek daya saing dari Jardiknas sebagai efek pertumbuhannya akan timbul kader-kader Teknologi Informasi dan Komunikasi di Lingkungan Lembaga Pendidikan bahkan pada jenjang pendidikan tingkat dasar sekalipun. Di sisi lain hal inilah yang ditunggu-tunggu berbagai pihak baik akademisi, praktisi maupun pengguna teknologi ini. Inpres ini seolah menjadi.
Inpres ini juga menjadikan teknologi ini sebagai alat peningkatan daya saing di tingkat Internasional yang pada akhir 2009 ini diarahkan pada tingkat ASEAN. Pada tahap ini JARDIKNAS akan menjadi akses Internasional dipandang dari negara luar. Fitur-fitur JARDIKNAS dengan sangat mudah membantu pihak luar dalam mengakses kondisi Negara RI secara transparan. Media di tingkat ini akan memberikan daya promosi yang kuat di dunia Internasional. Pihak luar akan mempertimbangkan keberadaan Pendidikan Nasional RI dan lembaga pendidikan di Indonesia. Pendidikan Indonesia diharapkan akan menjadi alternatif bagi para calon peserta didk dari Luar Negeri. Aspek lain adalah Indonesia diharapkan turut serta dalam pengembangan program pendidikan di tingkat Internasional. Dan yang tidak kalah penting Jardiknas akan menjadi tulang punggung Teknologi Informasi dan Komunikasi di negara kita, sesuai dengan visi,misi dan motto Jardiknas.


Visi Jardiknas
Terdepan dalam pengembangan infrastruktur jaringan online untuk kemajuan dunia pendidikan skala nasional dan internasional. (http://jardiknas.diknas.go.id/cont/profil/visi.php)

Misi Jardiknas
Sebagai infrastruktur pendukung utama program peningkatan mutu, pemerataan akses dan peningkatan tata kelola serta akuntabilitas Pendidikan Nasional berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.Sebagai media pendukung utama proses komunikasi dan informasi yang terpadu antar institusi dan komunitas pendidikan se-Indonesia.Sebagai infrastruktur pendukung utama program pengembangan Sistem Informasi Administrasi Pendidikan Nasional (SIDIKNAS / e-Administrasi) dan pengembangan pembelajaran berbasis elektronik (e-Learning) yang terpadu. (http://jardiknas.diknas.go.id/cont/profil/visi.php)

Moto Jardiknas
"Masa Depan Online (Online The Future)"
Arti dari moto Jardiknas adalah bahwa dengan program Jardiknas, dunia pendidikan di Indonesia telah siap untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk kepentingan kemajuan pendidikan baik saat ini maupun di masa depan.
Logo Jardiknas
Logo Jardiknas berbentuk Tulisan dengan bentuk karakter khusus yang mencitrakan Negara Indonesia yang sarat dengan keaneragaman seni dan budaya bangsa. Lengkungan dari huruf R dan huruf N berpusat pada huruf I yang melambangkan “Integrasi” bangsa Indonesia.

Warna dasar tulisan Jardiknas adalah biru tosca (bernuansa hijau) melambangkan kedamaian dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Warna tersebut juga mencitrakan kondisi geografis Negara Republik Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang makmur dan subur.(http://jardiknas.diknas.go.id/cont/profil/moto.php)

Aturan Akses
1. Fasilitas koneksi intranet & internet Jardiknas tidak boleh di komersialkan kepada publik dalam bentuk apapun secara langsung atau tidak langsung.
2. Dilarang melakukan aktifitas seperti: Cracking, Deface, Hacking, dan sejenisnya yang bersifat merugikan dan merusak server atau sumber daya informasi milik orang lain secara langsung atau tidak langsung melalui jalur Jardiknas.
3. Jika terbukti melanggar aturan nomor 1 dan nomor 2, maka Depdiknas akan mencabut fasilitas koneksi Jardiknas di node lokasi bersangkutan dan insitusi atau personal yang terkait akan dikenai sanksi sesuai peraturan yang berlaku.
4. Akses internet yg diijinkan meliputi akses web (HTTP,HTTPS), File transfer (FTP), Instant Messenger, Email (SMTP,SMTPS,POP3,POP3S,IMAP,IMAPS).
5. Akses situs-situs tertentu melalui link Internet Jardiknas dibatasi (Situs Porno, SARA ,Cracking ,Phising ,Malware detected site dan sejenisnya ).
6. Semua sumber daya penyedia konten atau komputer pengguna yang dinilai berpotensi menganggu kapasitas jalur koneksi (bandwidth) Jardiknas akan diblokir.
7. Semua sumber daya penyedia konten yang dinilai lebih banyak mengandung konten atau informasi yang tidak terkait pendidikan akan diblokir.
8. Pengguna dan pengelola di setiap node lokasi Jardiknas bertanggung jawab terhadap pengelolaan keamanan perangkat (PC) terhadap virus, trojan dan sejenisnya.
9. Disarankan menggunakan perangkat lunak yang berlisensi atau berbasis open source pada perangkat PC yang digunakan.
10. Disarankan tidak menggunakan program aplikasi mass downloader.
11. Aturan akses koneksi yang berlaku ini bersifat mengikat kepada seluruh institusi atau personal yang menggunakan fasilitas koneksi Jardiknas.
12. Aturan yang diberlakukan ini akan selalu di perbaharui dan diberlakukan sewaktu-waktu tanpa ada pemberitahuan sebelumnya kepada pengguna.
(http://jardiknas.diknas.go.id/cont/aturan_prosedur/aturan_akses.php)

Zona Jardiknas
Cakupan Jardiknas dibagai menjadi 4 (empat) zona, antara lain:
1. Zona Kantor Dinas
Meliputi: kantor-kantor dinas pendidikan baik di tingkat pusat, propinsi hingga kota/kab. Fungsi utama Jardiknas pada zona Kantor Dinas sebagai media untuk transaksi data online sistem informasi administrasi dan manajemen pendidikan.
2. Zona Perguruan Tinggi
Meliputi: seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.Fungsi utama Jardiknas pada zona Perguruan Tinggi sebagai media untuk riset dan pengembangan IPTEKS serta pembelajaran elektronik berbasi Teknologi Informasi dan Komunikasi.
3. Zona Sekolah
Meliputi: seluruh sekolah formal maupun non formal baik negeri maupun swasta di seluruh jenjang (TK, SD, SLTP, SLTA). Fungsi utama Jardiknas pada zona Sekolah sebagai media akses informasi dan pengetahuan serta pembelajaran elektronik berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.
4. Zona Personal
Meliputi: akses personal untuk Guru, Dosen, Karyawan, Siswa dan Mahasiswa di institusi pendidikan se-Indonesia. Fungsi utama Jardiknas pada zona Personal sebagai media komunikasi dan akses informasi pendidikan.
(http://jardiknas.diknas.go.id/cont/infrastruktur/zona.php)

Teknologi Jaringan

Zona Zona Perguruan
Tinggi Zona Kantor Dinas Zona Sekolah Zona Personal
Media Akses Serat Optik dan Satelit Serat Optik, Wireline dan
Satelit Wireless dan
Wireline Seluler dan Wireline
Kapasitas
Jaringan
(Bandwidth) 2 Mbps s/d 155 Mbps 256 Kbps s/d
2 Mbps 64 Kbps s/d
1 Mbps Seluler dan Wireline
Teknologi
Jaringan STM-1, VSAT IP
Dedicated atau
Leased Line MPLS, VPN IP,
dan VSAT ADSL dan
Wireless 2.4 Ghz ADSL, 3G/UMTS, GPRS, CDMA, Dial Up
(http://jardiknas.diknas.go.id/cont/infrastruktur/teknologi.php)


Skema Infrastruktur Jardiknas 2007






Rekap Data Lokasi Jardiknas

No Link Jumlah Satuan
1 Intranet Diknas Propinsi 34 Lokasi
2 Intranet Diknas Kota/Kab 462 Lokasi
3 Intranet Unit Depdiknas 119 Lokasi
4 Intranet SKB 66 Lokasi
5 Intranet Perpustakaan dan Museum Nasional 30 Lokasi
6 Intranet ICT Center (PGSD) 93 Lokasi
7 Intranet Zona Perguruan Tinggi 300 Lokasi

Tahun 2007 di Jawa TImur baru ditemukan 34 node. Secara keseluruhan dari berbagai zona dengan beberapa Kabupaten dan Perguruan tinggi pada posisi blank node, beberapa zona masih pada tahap awal pelaksanaan Jardiknas. Pada umumnya kegiatan masih bersifat awal sehingga baru koneksi bandwith internet yang tersambung. (http://www.jardiknas.org/lokasi/2007/index.php)sampai dengan 21 Januari 2009

Layanan

1. Akses Intranet ( National Link)
Jardiknas menyediakan layanan Intranet, yaitu: interkoneksi langsung antar node lokasi institusi dan komunitas pendidikan di setiap zona yang terhubung dengan Jardiknas.
Layanan Intranet Jardiknas berbasis teknologi MPLS (Multi Packet Label Switching) yang membentuk koneksi jalur khusus Jardiknas melalui jalur publik disebut dengan VPN IP (Virtual Private Network Internet Protocol). Setiap node lokasi Jardiknas yang terkoneksi memiliki kapasitas antara 256 Kbps s.d 2 Mbps kecuali beberapa node lokasi di zona Perguruan Tinggi memiliki kapasitas koneksi sebesar 8 Mbps dan 30 Mbps.
Setiap lokasi yang terkoneksi dengan Jardiknas diberi alokasi nomor IP (Internet Protocol) tertentu untuk bisa saling berkomunikasi. Mode interkoneksi layanan Intranet Jardiknas bersifat any to any, artinya antar satu lokasi dengan lokasi lain dapat langsung berkomunikasi tanpa harus melalui NOC (Network Operation Center) pusat.
Manfaat layanan koneksi Intranet Jardiknas dapat digunakan untuk pertukaran data antar lokasi secara poin to poin, seperti: Video Conference, Transfer Data/File dan Telepon Intranet.
(http://jardiknas.diknas.go.id/cont/layanan/001_Akses%20Intranet.php)
2. Akses OpenIX (Open Indonesia Internet eXchange)
Layanan akses OpenIX diberikan kepada seluruh lokasi yang terhubung dengan Jardiknas. OpenIX adalah interkoneksi antar komunitas penyedia jasa internet (ISP – Internet Service Provider) di Indonesia. Dengan demikian seluruh lokasi yang terkoneksi dengan Jardiknas dapat mengakses berbagai sumber daya informasi (contoh: website atau sejenisnya) yang tersedia melalui link ISP-ISP Nasional secara langsung tanpa melalui jalur internasional (Internet Link). Kapasitas koneksi Jardiknas ke OpenIX saat ini yang disediakan sebesar 2 x 100 Mbps (Total 200 Mbps).
Layanan akses OpenIX ini sepenuhnya dikendalikan oleh NOC (Network Operation Center) Jardiknas. Oleh karena itu layanan ini secara default dibatasi hak aksesnya satu arah saja yang berlaku di setiap node lokasi di seluruh zona Jardiknas. Hak akses satu arah yang dimaksud adalah setiap node lokasi tersebut dapat mengakses ke OpenIX secara langsung namun tidak bisa sebaliknya. Kebijakan ini diterapkan dengan alasan untuk menjaga keamanan sistem di seluruh node lokasi Jardiknas.
Namun demikian setiap node-node lokasi dapat mengajukan layanan komunikasi dua arah melalui OpenIX kepada Admi Jardiknas. Syarat bagi node-node lokasi yang dapat diberikan ijin untuk dapat berkomunikasi dua arah dengan OpenIX adalah sebagai berikut:
• Sanggup menjamin dan bertanggung jawab terhadap konfigurasi dan keamanan sistem di node masing-masing.
• Memiliki alternatif link lain ke Internet melalui salah satu ISP (jalur lain non-Jardiknas).
• Memiliki IP Public lain diluar dari alokasi Jardiknas.
(http://jardiknas.diknas.go.id/cont/layanan/002_Akses_OpenIX.php)
3. Akses Intranet
4. Akses Sidiknas (Data Center)
5. Colocation Server
6. Video Conference
7. Telepon Intranet
8. Download
9. Schoolnet
10. Personal Access
Perkerkembangan teknis Standar Operasi dan Prosedur (SOP) beserta SDM dapat kita ketahui dari Laporan Kinerja Biro PKLN Diknas Pusat sbb:
Dilatarbelakangi oleh sebuah tantangan untuk segera meningkatkan mutu SDM (Sumber Daya Manusia) berbasis TIK yang sekaligus nantinya dapat menyangga Tiga Pilar Kebijakan Umum Pembangunan Pendidikan Nasional, yaitu: 1) Peningkatan pemerataan dan perluasan akses pendidikan, 2) Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan, dan 3) Penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik pengelolaan pendidikan. Dan kepentingan cukup mendesak sebagai institusi yang telah merintis dan mengawal investasi pembangunan Jejaring Pendidikan Nasional yang disebut Jardiknas sejak tahun 2006, dimana saat ini tercatat 34 kantor Dinas Pendidikan Provinsi, 462 kantor Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, 119 Unit Depdiknas, 66 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), 30 Perpustakaan dan Museum Nasional, 93 ICT Center, 300 Perguruan Tinggi dan 3500 sekolah (SchoolNet) telah terhubung secara intranet dengan Jardiknas. Maka Biro PKLN memandang perlu untuk mengambil langkah stratejik dalam mencukupi kebutuhan SDM yang cakap dan kreatif untuk mengembangkan bahan-bahan ajar berbasis TIK (e-Learning) dan memutakhirkan Data Pokok Pendididkan (e-Administration) di titik-titik sekolah (SchoolNet) ke titik Pusat di Depdiknas Jakarta melalui penyelenggaraan sebuah program pelatihan jarak jauh – baik online maupun offline - yang dinamakan Pelatihan Jardiknas.
Pelatihan Jardiknas 2007 ini diselenggarakan untuk menciptakan tenaga pendidik yang dapat mengembangkan bahan ajar interaktif berbasis komputer/internet (computer/web based) dan tenaga kependidikan yang dapat mengumpulkan, mengelola, memutakhirkan, mengakuratkan, dan menyajikan Data Pokok Pendidikan (DAPODIK), khususnya NPSN, NISN, dan NIGN/NUPTK untuk pangkalan DAPODIK Jardiknas. Untuk itu maka sasaran atau partisipan Pelatihan Jardiknas ini adalah kepala sekolah, guru, tata usaha, dan pustakawan sekolah yang peduli dan cakap mengelola informasi dan media edukasi (e-Learning) serta administrasi (e-Administration) Jardiknas.
Melalui buku panduan, materi dan piranti lunak Pelatihan Jardiknas 2007 yang disosialisasikan secara nasional dan dapat diunduh secara utuh di web pelatihan.diknas.go.id [Pelatihan Jardiknas], maka program ini akhirnya dapat diterima dan diselenggarakan di 40 perguruan tinggi (Provider) dan 216 sekolah (ICT Center Kabupaten/Kota) secara serentak. Selain web tersebut, program ini juga diperkuat oleh web kkpi.diknas.go.id [KKPI] sebagai penyedia konten modul dan ujian online KKPI (Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi) dan web media.diknas.go.id [Media Jardiknas] sebagai pengumpul dan penyaji video, foto, dan dokumen portofolio partisipan Pelatihan Jardiknas 2007.
Biro PKLN meyakini bahwa komunikasi adalah kunci sukses sebuah program kolosal yang melibatkan puluhan Konsultan TIK di 33 provinsi, ratusan Trainer/Assessor di 216 kabupaten/kota, dan puluhan ribu Partisipan. Untuk itulah Biro PKLN membuka layanan milis konsultan-ict@yahoogroups.com [Konsultan ICT Jardiknas], provider-pjj@yahoogroups.com [Provider PJJ D3-TKJ Jardiknas], jardiknas@yahoogroups.com [Jardiknas] dan e-mail pelatihan@jardiknas.org yang terbilang cukup sukses mengeliminir permasalahan yang timbul di lapangan. Selain ketiga milis dan 1 e-mail tersebut, layanan konsultasi dan diskusi juga dibuka di milis dikmenjur@yahoogroups.com [Direktorat Pembinaan SMK] dan guru-tendik@yahoogroups.com [Direktorat Jenderal PMPTK].
Penyelenggara Pelatihan Jardiknas 2007 ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu Provider dan ICT Center. Provider adalah Universitas/Politeknik/P4TK yang dikonsentrasikan sebagai tempat pelatihan untuk kelompok Kepala Sekolah/Madrasah, sedangkan ICT Center adalah Pusat Pembelajaran TIK di SMK/SMA yang dikonsentrasikan sebagai tempat pelatihan untuk kelompok Guru, Tata usaha, dan Pustakawan Sekolah/Madrasah.
Materi pelatihan disajikan dalam 2 paket. Paket A yang terdiri atas modul 9 Modul KKPI yang disajikan untuk semua kelompok dan Paket B yang terdiri atas modul pengembangan Digital Story Telling dan modul pembuatan Blogger Sekolah yang disajikan khusus untuk kelompok Guru. Paket A ditempuh oleh semua kelompok selama 1 minggu (5 hari efektif setara 40 jam) tatap muka di Provider/ICT Center dan 3 minggu penyelesaian portofolio di sekolah (unit kerja) masing-masing. Adapun Paket B hanya ditempuh oleh kelompok Guru. Dihari terakhir pelatihan semua Partisipan akan menempuh Ujian Online KKPI yang diawasi langsung oleh Assessor KKPI.
Hingga 15 November 2007 tercatat 9.402 Kepala Sekolah, 9.335 Guru, 9.330 Tata Usaha, 9.327 Pustakawan, dan 606 Pengawas atau total 38.000 Partisipan (95% dari target 40.000 Partisipan) telah mengikuti Pelatihan Jardiknas di 40 Provider dan 216 ICT Center Kabupaten/Kota.
Pelatihan yang menelan dana subsidi Beasiswa Unggulan (BU) sebesar Rp. 18.947.760.000,- ini tidak saja menghasilkan 38.000 pendidik dan tenaga kependidikan yang cakap memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam kegiatan belajar, mengajar dan bekerja, namun juga (ditargetkan) dapat menghasilkan konten berupa portofolio elektronik (e-Portofolio) yang terdiri atas: 9.402 files APBS, 9.335 files Bahan Ajar, 9.330 files Data Sekolah, 9.335 files Digital Story Telling, 9.327 files e-Book, 9.327 files Katalog Perpustakaan, 38.000 files Makalah (Paper), dan 19.338 files Presentasi Profil Sekolah/Guru/Karyawan. Puluhan ribu e-Portofolio tersebut terkumpul dari berbagai penjuru kabupaten/kota melalui uploader di web pelatihan.diknas.go.id, e-mail pelatihan@jardiknas.org dan CD/DVD kompilasi yang diserahkan oleh Provider/ICT Center sebagai kelengkapan laporan kegiatan. Selain 113.394 files e-Portofolio tersebut, pelatihan ini juga menghasilkan 38.000 e-Mail dan 9.335 web Blogger Sekolah.
Program Pelatihan Jardiknas 2007 yang diselenggarakan selama 5 (lima) bulan terhitung mulai tanggal 23 Juli - 22 Desember 2007 adalah program short term yang pertama kali dilaksanakan oleh Biro PKLN. Tentu saja masih terdapat kekurangan dan kendala yang dihadapi di lapangan. Namun program ini telah berjalan sesuai dengan track yang telah diharapkan. Apresiasi pendidik dan tenaga kependidikan terhadap program ini sangat tinggi sekali dan menyadari betul manfaat yang didapat, bukan hanya untuk kepentingan pengembangan profesi pribadi, tetapi juga untuk kepentingan Pendidikan Nasional.
Saat ini Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Probolinggo sedang memenuhi layanan standar ditambah dengan berbagai riset dan pengembangan untuk melakukan konsep pendidikan berskala nasional dan internasional. Hal ini dilakukan dengan bekerja sama dengan berbagai kalangan komunitas ICT, para pelaksana dan konsultan ICT. Saat ini Diknas Kabupaten Probolinggo memiliki sejumlah pendamping Jardiknas. Pola pengembangan Pendamping Jardiknas tidak berbeda dari pola Pelatihan Jardiknas 2007. Pengembangan juga diarahkan pada taraf akademik dengan mengarahkan para Pendamping mengikuti program Pendidika Diploma Informatika dan kursus-kursus TI bersertifikat internasional.
Berikut salah satu program kegiatan pendamping yang sedang mengikuti rangkaian Pendidika Tinggi Diploma Informatika
Laporkan kegiatan #nama# (pendamping ICT):

Minggu ke-1
Kuliah di kampus ( 31 Maret-2 April)
Ujian CCNA 4
Koordinasi dan kuliah tambahan di ICT Center Purwodadi

Minggu ke-2
Ujian semester 4 (7-10 April)
Memantau perkembangan NISN
Update anggota dan konten pustakamaya
Koordinasi dan kuliah tambahan di ICT Center Purwodadi

Minggu ke-3
Melaporkan kegiatan pendamping selama bulan April ke http://jardiknasjateng.org/blog/
Update anggota dan konten pustakamaya
Koordinasi dan kuliah tambahan di ICT Center Purwodadi
Rekap data ketersediaan fasilitas ICT

Minggu ke-4
Mengisi konten pustakamaya
Mengisi konten forum
Rekap data ketersediaan fasilitas ICT
Ujian final CCNA 4
Mempelajari cara penggunaan menu web ICT Center Purwodadi
Mengisi laporan pada website ICT Center Purwodadi
Mengirim laporan sekolah yang berstandar nasional maupun internasional tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK

Saat ini telah berkembang Teknisi Jardiknas yang berawal dari perserongan dalam lingkup lembaga pendidikan, maka saat ini di jajaran program pendidika perguruan tinggi dibuka program pendidikan D3 Teknisi Jardiknas. Bahkan tidak mungkin bahwa Jardiknas akan membuka peluang lapangan pekerjaan bagi profesional dengan profesi Teknisi Jardiknas.





Jardiknas dari aspek sosial adalah kegiatan perubahan masyarakat. Masyarakat yang bahkan sama sekali belum mengenal Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan pola pembangunan Jardiknas sampai ditingkat pendidika dasar akan memahami teknologi ini. Dengan pendidikan dasar wajib maka akan diperoleh keluaran perseorangan yang pada tingkat rumah tangga dapat memberikan pemahaman ulang dengan pola ini maka tingkat pertumbuhan pemahaman di masyarakat akan meningkat tajam. Pada tingkat pendidikan menengah dikelola suatu lembaga teknisi Jardiknas yang menghasilka perseorangan berkemampuan teknis, yang mampu menyelenggarakan Jardiknas atau Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pada tingkat Perguruan Tinggi, seluruh peserta didik diarahkan pada pemahaman dan pengembangan konsep. Dengan arahan penggunaan software berbasis Open Source yang sangat menarik, peserta didik dapat mengikuti tahap sertifikasi teknologi ini yang bertaraf internasional, sertifikasi Cisco misalnya.


Akhir tahun 2008 desember, dinas pendidikan kabupaten Rembang mengadakan monitoring dan evaluasi tentang penggunaan Koneksi Jardiknas di semua client termasuk klien yang swadaya( mandiri ) banyak kendala-kendala dilapangan,


Wechh akhirnya selesai juga selama 3 betulin 2 client jardiknas rembang, setelah beberapa hari panjat BTS(SMP 1 LASEM), sama panjat genteng (SMP 3 Lasem) akhirnya selesai juga, capek bercampur senang, client2 yang hampir satu tahun tidak tertangani dan tidak terkoneksi jardiknas dikarenakan ada kerusakan hardware. setelah terjadi negosiasi yang cukup lumayan, pemcahan masalah tersebut sudah tertangani dan, sekarang status jardiknas di 2 client tersebut on/ up again.
Latoel
Tinggal sekolah SMK NU LASEM, SMP 1 GUNEM, SAMA SMK GUNEM, yang saat ini masih carikan jalan keluar, yang terbaik, semoga secepatnya, sekedar informasi, client jardiknas kab. rembang sekarang ini mencapai 50 sekolah lebih. di situ sudah mencakup yang mandiri.
Tim Surabaya



hingga waktu nya selesai untuk membuat laporan, saya rekap saja ya..

1. client jardiknas hingga sampai saat ini mencapai lebih dari 50 termasuk mandiri

2. banyak pemanfaatan jardiknas untuk kegiatan lab. komputer, disamping itu juga ada yang ndak jarang dipakai hal itu dikarenakan koneksi jardiknas yang kalau pada waktu siang hari lambat jadi malas pakai, (tapi asumsi saya banyak yang pakai bayangkan 50 sekolah dengan kodisi di share wooo lumayan banyak,

3. dalam waktu dekat ini mungkin kita akan adakan perbaikan-perbaikan dan juga mengadakan pertemuan untuk membahas kedepannya jardiknas...

4. kami team Jardiknas Kab Rembang mau mengadakan pengembangan koneksi jardiknas, dimana kita fokuskan pada sekolah-sekolah yang notabenya tidak terjangkau internet... (kalau hal ini terjadi maka akan terjadi ke lemoten koneksi)

5, kami akan meminta penambahan bandwith (tapi gak tahu prosedur nya.... apakah bisa???
(http://kuganer.web44.net/index.php?option=com_content&task=blogcategory&id=14&Itemid=31)

Pada hari Rabu dan kamis tanggal 24 dan 25 desember jardiknas rembang mengadakan perawatan, perawatan ini di tujukan di Diknas dan Bts Lasem yang ada di smp 1 rembang, Dan juga kami memindahkan 2 buah sectoral dan wireless yang ada di lasem di taruh di diknas rembang hal itu bertujuan untuk memaksimalkan sinyal, karena di lasem sudh ada pemancar di SMA 1 Lasem, dengan 1 Omnidirectional, untuk itu kami mengambil inisiatif dan atas persetujuan diknas setempat pemancar dan wireless kita pindahkan.

Sedangkan untuk BTS satu lagi yang berada di SMK 1 Rembang belum bisa teralisasi karena keterbatasan biaya, semoga untuk yang di SMK 1 Rembang segera diadakan perbaikan (kalau ada dananya ya) .

Semoga pengalihan pemancaran dan perbaikan bisa mengoptimalkan koneksi jardiknas dan penambahan client.
1. Medan
Pemahaman medan diperlukan
2. Konsep
3. Bidang
4. Komitmen



Laporkan kegiatan Sugiyanto (pendamping ICT):


Node #1224
Nama Instansi SMKN 1 Surabaya
Propinsi Jawa Timur
Kota/Kabupaten Kota Surabaya
Kegiatan Non Kegiatan
Zona Sekolah
Subzona ICT Center
Alamat JL. SMEA No. 4
Telepon
Keterangan
File Berita Acara
Kontak Administratif
Nama
Kontak Teknis
Nama
Jabatan
Kontak Teknis Lain
Nama
Jabatan
Info Network
Bandwidth 512 Kbps
Modem Interface Ethernet
Media Wireline

Namun sayangnya, Proyeknya ngangkrak sampai sekarang. Kabar terbaru, konon pasca Expo IT di Pondok Pesantren Abdul Qodir Rangkang, Proyeknya akan dilanjutkan lagi, namun tunggu tinggal tunggu ... dan entah sampai kapan akan DIUJUDKAN ... ????





You can read too the article in the http://smansakraksaan.blogspot.com !
Link Wajib Kunjungi, banyak manfaatnya dan berpatisipasilah di dalamnya demi Kualitas SDM Kabupaten Probolinggo :  http://www.dispendikkabprob.org


Post a Comment

سرعة


Flag Counter