-->

Pages

Wednesday, 21 January 2009

PENGALAMAN SUHU PELAJARI BARANG,"KOMPUTER"

KISAH III

Penampilannya Sadarkan Pemikiran Baru

  1. Perkisahan Serial Pertama Berakhir, Plus Selanjutnya Pun Begitu, Perhatikan,"Sekarang Perkisahan Bagian" III ... !
  2. SUHU baru tahu dan menyadari, ternyata sistematika yang dibangun di dalam Ilmu Komputer sungguh luar biasa. Sebelum itu beranggapan, segala apa yang Suhu lakukan khususnya dalam Dunia Pendidikan sudah sistimatis. In fact ? Belum dan bahkan terlalu jauh. Berangkat dari bekal 0,07 % nekat mengembalikan Program Yang Dianggap Hilang, padahal hanya tersembunyi terlalu dalam alias kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwinya Komputer. Lho, apaan nich ? Memangnya Komputer punya Ibu Pertiwi ? Jawabnya,"Punya", sebab bilamana direnungkan dengan tenang,"Segala sesuatu itu ada ceriteranya, ada kisahnya, ada asbaabun nuzulnya, dari yang tiada menjadi ada, yang ada menjadi tiada alias segala sesuatu itu ada asal usulnya". Aih ... ! Ngomong-ngomong mengerti apa tidak maksud uraian ini ? Bilamana belum mengerti,"Coba renungkan tentang apapun di dunia ini, niscaya nanti akan menemukan jawabannya dan tentunya memahami maksud uraian di atas ! Merenungkannya tak usah dipaksakan,"Santai sajalah ... !".

  3. SUHU pun baru menyadari bahwasanya Pengalaman Perdana Menantang Menjadi Teknisi Komputer Dengan Bekal 0 % itu ternyata sudah masuk ke ALAM ILMU ALGORITMA (ALGORITHM) yang diciptakan oleh Ahli Matematika Uzbekistan di Masa Kejayaan Islam Kala Itu yakni Abu Muhammad bin Musa Al Khowarizmi yang mana Orang Barat menjulukinya ALGHORIZM. Algoritma inilah merupakan cikal bakal lahirnya Ilmu Komputer hingga dewasa ini. Intinya Algoritma mengajarkan bahwasanya seluruh rangkaian Program Komputer itu harus dibangun dari setitik demi setitik, setetes demi setetes, setahap demi setahap yang harus dilaluinya secara teratur dan urut serta kesemuanya itu harus logis dan bersifat pasti alias bilamana dilanggar sedikit saja baik kurang perintahnya maupun kelebihan, tentu akan tertolak tak bisa dilanjutkan, misalnya : Saat minta titik harus dikasih titik, saat minta koma harus dikasih koma, password berbunyi aku_sini diganti saya_sini (meskipun aku=saya tetap tertolak alias aku ya aku dan saya ya saya). Dari sinilah SUHU teringat firman Allooh SWT dalam Al Qur'aan surat Az Zilzaal ayat 7 dan 8 yakni : FA MAY YA'MAL MITSQOOLA DZARROTIN KHOIROY YAROH, WA MAY YA'MAL MITSQOOLA DZARROTING SYARROY YAROH (Maka barangsiapa berbuat kebajikan meskipun hanya sebesar biji sawi (=sekecil apapun), maka kelak Allooh akan memperlihatkan kepadanya dan barangsiapa berbuat kejahatan meskipun sebebesar biji dzarroh (=sekecil apapun), Alloohpun kelak akan memperlihatkan kepadanya). Subhaanallooh, Laa Quwwata Illaa Billaah 3x. Apa kaitannya dengan Algoritma tersebut ? Kaitannya, ternyata ketika misalnya kita sedang menjalankan Program Microsoft Word atau Excel, lalu ternyata kita salah tombol atau salah kasih perintah, maka akan muncul peringatan dari Pihak Microsoft, baik kelebihan perintah atau kurang perintah atau ditunjukkan seharusnya harus bagaimana agar tak salah lagi. Yang jelas, gara-gara ini, di saat awal-awal SUHU Belajar Utheg-Utheg Komputer Tanpa Panduan Guru Pembimbing dan benar-benar awam bin Katrok bilamana di Internet ternyata Banyak Panduan Gratis, "SUHU BANYAK MENANGIS DAN BERSYUKUR ATAS KARUNIA-NYA karena telah dibukakan Jalan Untuk Mengkaji Komputer Ke Tingkat Lebih Lanjut dan semakin meyakini atas Segala Kebesaran-Nya. ALLOOHU AKBAR ALLOOHU AKBAR ALLOOHU AKBAR !!! Hikmah terbesar dalam hal Ilmu Komputer yang SUHU peroleh di sini adalah bahwasanya Ilmu Komputer atau Komputer khususnya Program Komputer itu dibangun dengan SISTIMATIKA yang luar biasa yang di dalamnya menuntut adanya Ketenangan, Ketelitian, Kesabaran Tingkat Tinggi, Tak Tergesa-Gesa, Kejujuran dan Logika Tingkat Tinggi dan sesungguhnya Otak Manusia Bilamana Diasah Terus-Menerus Maka Akan Mencapai Puncak Kemampuan Maksimumnya. Sebelum mengenal Ilmu Komputer, segala yang SUHU lakukan selama Mengajar Ilmu Ekonomi di SMA Negeri 1 Kraksaan dirasa sudah serba Sistimatis, namun ternyata SURVEY TELAH MEMBUKTIKAN LEWAT FILOSOFIS ILMU ALGORITMA KOMPUTER, masih jauh tak berbanding, namun justeru benar-benar menyadarkan POLA PIKIR SUHU selama itu dan justeru menjadi lebih bersemangat dan berusaha tetap tenang meskipun banyak Goncangan Kehidupan Yang Desang Menerpa dan Menerjang Diri SUHU
  4. Apa benar, Ilmu Komputer itu dibangun dari Konsep Algoritma yang mengajari Keteraturan dan Logika Tingkat Tinggi ? Rupanya di kemudian hari, SUHU pun baru tahu, ternyata masih ada Pembangun Lainnya yang merupakan Kebalikan dari Algoritma yakni HEURISTIC. Ilmu Heuristic Komputer mengajari kita bahwasanya tidak semua masalah Komputer harus dibangun dan diselesaikan sebagaimana yang diajarkan di Algoritma. Intinya, Komputerpun dibangun lewat Konsep Irrasional, yang tak harus serba jelas, serba teratur, serba logis, serba tuntas alias tetap mengandung misteri di dalamnya. Akhirnya dari Ilmu Algoritma dan Ilmu Heuristic ini, SUHU menjadi paham, memang segala sesuatu yang  berada di Bumi, Langit, Antara Keduanya dan Segenap Isinya yang merupakan Tantangan Kehidupan seluruh Ummat manusia di Dunia ini 80 % harus dihadapi dengan Jurus Logika /Rasional (Algoritma) dan sisanya 20 % dihadapi dan diselesaikan dengan Jurus Non Logika (Irrasional). Rupanya seluruhnya itu sudah ditetapkan melalui SUNNATULLOOH (NATURAL LAW) di mana : ada lahir ada Batin, ada Dunia ada Akhirat, ada malam ada Siang, ada Sedih ada Gembira, ada Bahagia ada Sengsara, ada Miskin ada Kaya, ada Positif ada Negatif, ada Untung ada Rugi, ada Besar ada Kecil, ada Sukses ada Gagal, ada Logika/Rasional ada Non Logika/Irrasional., ada Langsung ada Tak Langsung, dst.  Kesemuanya ini kelihatannya saling bertentangan, padahal bilamana dikaji dan direnungkan dalam-dalam dari Hati dan Pikiran Yang Tenang, Sejuk dan Teduh, itu semua merupakan sebuah Sistim Kehidupan Yang Harus Dihadapi oleh Seluruh Ummat Manusia manapun, baik Atheis maupunTheis, baik yang Monotheis maupun yang Plantheis, baik Islam, Kristen, Hindu, Budha atau lainnya yang tak perduli pula dari Ras Mana, Suku Mana, Bahasa Apa, Bangsa Mana, Laki-Laki maupun Perempuan. Bagi yang Ber-Agama tentunya kesemuanya ini merupakan amanah dari Allooh SWT yang harus dijalani oleh Ummat Manusia Manapun.  Sementara waktu yang ini cukup dahulu sampai di sini, semoga bisa disambung di lain waktu. SUBHAANALLOOH WAL HAMDU LIL LAAH, WA LAA ILAAHA ILLALLOOH, WALLOOHU AKBAR, WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BIL-LAAHIL 'ALIYYIL 'AZHIIM, ALLOOHUMMA SHOLLI 'ALAA (SAYYIDINAA) MUHAMMAD, WA 'ALAA AALIH  3x.
  5. Bersambung ... !!! 

Post a Comment

سرعة


Flag Counter