-->

Pages

Sunday, 30 November 2008

BASIC SCHOOL PERIOD

My Nostalgia :
  1. Usia 7 tahun resmi bersekolah di SDN Punggulrejo, di mana sampai Kelas 3 berlokasi di Pedukuhan Ngelo, desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Indonesia. Jarak dari rumah sekitar 1,5 dan selalu berjalan kaki menyusuri Aliran Sungai yang airnya bersumber dari Telaga (Rawa) Beron. Saat itu Kakak Keduaku Kelas 6 dan Kakak Ketigaku Kelas 5 dan Kakak Pertamaku di PGA Rengel Kelas 3. Sayangnya harus terpisah dengan Kakak Keduaku karena ikut Ayah untuk menjadi Santri di Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban, Jawa Timur, Indonesia asuhan Pamanda dan Sekaligus Kakanda (Kyahi Abdullah Faqih Asy Syihabyy dan Kyahi Ahmad Marzuki Zahid). Dari pihak Ibuku, Aku memanggilnya Pamanda (Jawa = Pak De) dan dari pihak Ayah, aku memanggilnya Kakak. Di samping resmi bersekolah di SDN Punggulrejo, sekaligus resmi menjadi Santri di Pondok Pesantren Beron asuhan Pamanda Kyahi Soebakir Affandi, di mana sebelum berangkat sekolah, pulang sekolah dan habis Sholat Maghrib Belajar Mengaji. Berapa uang bulanannya ? Tak ada uang bulanan, kecuali kewajibanku sebelum diajari Mengaji, harus menyapu halaman dahulu yang cukup luas.
  2. Usia 7 tahun dan selama 1 tahun penuh mengalami peristiwa supranatural menakutkan luar biasa yang menyebabkan menjadi trauma berkepanjangan dan baru sembuh saat Kuliah di IKIP Negeri Malang semester 2 tahun 1984/1985. Selama 1 tahun penuh diganggu berbagai Makhluk Halus (Jin Jahat) yang beranekaragam dan hal-hal tak masuk akal lainnya. Alhamdulillaah, Ibuku sangat berani dan seringkali diajak ke Kyahi atau Orang Alim untuk mencari penangkal dan biasanya bersenjatakan Garam Yang Dihaluskan dan dibacakan Ayat-Ayat Suci Al Qur'an. Meskipun harus berjalan kaki ke tempat yang jauh, selalu pergi menyertai Ibunda dan bahkan sangat senang karena bisa menikmati Pemnadangan Alam di perjalanan. Serumah yang paling takut hanya Aku, sehingga ke manapun Ibu bergerak, selalu ikut dan tak mau pisah, anehnya diam saja dan tak bicara sedikitpun sebab takut luar biasa. Ibundaku berperang melawan mereka selama 1 tahun penuh, alhamdulillaah menang. Rupanya Adikku lebih berani daripada Aku.
  3. Karena sekolah ndeso, listrik belum ada, jalan makadam, maka selama bersekolah, seluruh murid tidak pernah bersepatu alias bertelanjangkaki bin Nyeker Man. Yang bersepatu hanyalah Gurunya dan Kepala Sekolah. Kepala Pakbonnya, Bapak Syakur.
  4. Dasar Anak Kecil yang ikut-ikutan temannya memiliki hobby bikin mainan tanah pakai kaki pada saat upacara, sehingga seringkali bikin pakaian kotor, kelas kotor dan dimarahi Bapak/Ibu Guru.
  5. Sebenarnya saya ini termasuk Anak Kecil yang doyan menangis. Dimarahi Ibu dan Para Kakakku, "menangis", bertengkar dengan saudara atau teman, baik kalah maupun menang, selalu menangis. Meminta sesuatu ke Ibunda dan tak dikasih,"menangis". Akhirnya mendapat julukan"RAJA MENANGIS". Baru berhenti menangis setelah di SMP Negeri Rengel, kabupaten Tuban, Jawa Timur, Indonesia.
  6. Di Kelas 3 saat pulang sekolah, kejar-kejaran dengan beberapa teman lelaki, tiba-tiba Celana Pendekku Sobek Total dan berubah menjadi ROK MINI. Karena malu, langsung menceburkan diri ke sungai untuk mengambil jalan pintas yang sepi dari keramaian. Lalu berlari sekencang-kencangnya melewati pematang ladang dan sawah. Bilamana berpapasan dengan orang dan ditanya kenapa berlari, diam saja dan bahkan semakin kencang larinya, sehingga Celanaku berubah menjadi KIPAS ANGIN BERPUTAR.
  7. Setiap pulang sekolah selalu menyempatkan mandi di sungai bersama kawan di DAM Pengaturan Air Irigasi dan bilamana ketahuan Orang Dewasa atau Orang Tua dimarahi dan diusir karena dikuatirkan tenggelam. Dasar Anak Nakal, selalu mencuri kesempatan.
  8. Kelas 4, pindah lokasi dari Ngelo ke Beron, dekat Jalan Raya menuju Tuban. Dengan rumahku sekitar 0,60 km , tetap berjalan kaki dan bertelanjangkaki. Tak lama setelah itu, ikut KHITANAN MASSAL di Kecamatan Rengel dengan ditunggui Mas Sepupu Ipar Saya yakni PODJIANTORO bin MUNADI dan Pamanda Saya (Pak De) yakni KIYAHI SOEBAKIR AFFANDI ASY SYIHABYY (Kakak Kandung Ayahku). Saat itupun sempat terjadi kehebohan karena diumumkan bahwasanya SAYA anaknya POEDJIANTORO. Hanya saja, saya sangat bahagia karena ditunggui oleh mereka, terlebih-lebih Pamanda Kiyahi Soebakir, karena beliau Paman Saya yang paling saya kagumi, Guru Pertama Mengaji dan Guru Pertama Sapu Menyapu Sampah
  9. Selama di SD sejak pindah baru, mendapat Guru Baru dan Sekaligus Guru Favorit Anak-Anak yakni Bapak Kholis dari Desa Prambon Tergayang. Beliau sangat baik hati kepadaku, setiap berangkat selalu diboncengkan naik sepeda pancalnya.
  10. Kelas 5 secara resmi Para Siswa Siswi harus bersepatu dan bertahap sesuai kemampuan ekonominya. Karena terbiasa nyeker, di awal-awal sempat tersiksa ketika memakai sepatu, jalannya miring-miring.
  11. Prestasi Olah Raga SD saya pada saati khususnya di bidang Volly Ball cukup bagus dan saya sebagai salah satu pemain intinya, meskipun tak bisa nyemes, namun service saya, banyak mendatangkan poin.
  12. Kelas 5 dan 6 terjadi malapetaka, karena Kakak Kelas yang bernama Nurhadi yang sebelumnya paling sayang kepadaku dan sekaligus kukagumi karena Jagoan Main Kelereng dan Olahraga Apapun, tiba-tiba membenciku setengah mati, selalu cari gara-gara, hanya gara-gara tuduhan bahwasanya saya telah menghilangkan Kaos Olah Raganya pada saat pertandingan sepakbola di Lapangan Sepak Bola yakni Lapangan Bahagia Rengel sekitar 2,5 km dari rumah. Pada saat itu, sebelum pertandingan dimulai Team SD Saya dan saya sendiri juga menjadi Pemain Inti yang otomatis ikut main, kebagian tak enak yakni disuruh copot Kaos sehingga hanya celana pendek. Lalu seluruh Kaos dititipkan ke saya untuk ditaruh di bawah Pohon Kerang. Usai pertandingan, ternyata Kaosnya dia sudah tak ada di tempat, ada yang mencuri, sialnya Team Saya Kalah dan dituduh menghilangkan. Sayapun tak mau disalahkan, mana tahu, sama-sama ikut menjadi Pemain dan sedang main di lapangan. Suatu hari pada saat Volly Ball, saya berbuat kesalahan yang tak kusengaja, tiba-tiba dia marah besar dan tiba-tiba memukul rahangku dengan sangat keras dan penuh amarah. Tubuhku pendek dan tak kekar, sedangkan dia lebih (tinggi, besar, kuat), maka sekali pukul jatuh tersungkur mencium Lapangan volly dalam keadaan gigi berdarah, untungnya tak sampai copot. Permainan berhenti total, Para Guru berdatangan. Setelah tahu duduk permasalahannya, dia langsung dimarahi dan dipukuli habis-habisan oleh Ayahnya yang bernama BAPAK KASDIKIN juga mengajar di tempat itu . Sejak saat itu tak pernah menggangguku lagi, namun sudah tak seramah dulu lagi. Sebenarnya saya sangat sedih karena telah kehilangan Kakak Pelindung Saya selama ini. Lulus SMP dia menjadi Tentara. Sekarang di mana ? Tak tahu.
  13. Kelas VI Guru Utama Bapak LADIKAN dari Desa Campurejo, Rengal, Tuban, Jawa Timur, Indonesia, yang ternyata masih Keluarga Besarku yakni masih terhitung Keponakan Saya karena beliau memanggil Ayah dan Ibuku, "EMBAH/NENEK". Meskipun demikian, musuh besar MAIN TENNIS MEJA dan beliau jarang menang denganku, namun selalu penasaran ingin mengalahkanku. Beliau pernah mengantarku ke SDN I Rengel (SDN Favorit) di Kecamatan Rengel untuk mengikuti KOMPETISI SISWA TELADAN SEKECAMATAN/SEKAWEDANAN RENGEL. Begitu melihat SDN I Rengel yang begitu bagus, seragam sepatu semua, bersih-bersih, necis pakaiannya, pakai bel listrik dan fasilitas pendidikan lainnya, saya terkagum-kagum dibuatnya mengingat kondisi situasi SDN Punggulrejo yang serba minim fasilitas pendidikan. Bagaimana hasil seleksi Siswa Teladannya ? Ternyata, kalah cukup telak, namun saya mempunyai tekad besar harus bisa mengalahkan SANG JUARANYA BILAMANA NANTI KETEMU DI SMP. Juara I diraih oleh BENYAMIN (keturunan WNI Cina) dari SDN II RENGEL dan Juara II diraih oleh SRI MIRAH (SDN I RENGEL). Karena SRI MIRAH anaknya orang tak begitu mampu, maka dinobatkan menjadi Juara I. Saya yang ANAK NDESO hanya bisa mengatakan,"Selamat Atas Keberhasilan Anda, namun awas nanti di SMP, akan kubalas kau ! Tunggu tanggal mainnya. Ternyata saya berhasil mengalahkan keduanya ketika bertemu di SMP NEGERI 1 RENGEL, apalagi SRI MIRAH menjadi Teman Sekelasku.
  14. Kelas VI pernah dikirim untuk bertanding Tennis Meja Sekecamatan/Sekawedanan Rengel, rupanya Tennis Mejaku tak ada apa-apanya, BENYAMIN menang telak dan tetap menjadi JAGOAN TENNIS MEJA sampai lulus SMP. Sekarang di mana ? Tak tahulah. Sri Mirah ke mana ? Menjadi Guru Bahasa Indonesia di SMA NEGERI 1 RENGEL. Saya sendiri ke mana akhirnya ? Aaaaah ... di SMA NEGERI 1 KRAKSAAN.
  15. Kelas VI pula ada peristiwa tragis dan memilukan bagi saya, salah satu Adik Kelas Saya mendapat Beasiswa dari DEPDIKBUD. Banyak teman yang terkejut dan tak percaya bilamana dia mendapatkannya, kenapa bukan SAYA yang nyata-nyata mewakili SDN Punggulrejo selama itu. Dalam hati berkata,"LIHAT SAJA NANTI ... ! INSYAA ALLOOH nanti akan kudapatkan di SMP ... !". Ternyata, saya berhasil mendapatkannya dan akhirnya tahu kondisi situasi sebenarnya Adik Kelas Saya tersebut. Beasiswa Zaman Sekarang jauh berbeda kriterianya bilamana dibandingkan saat lampau. Kalau tidak benar-benar pandai, berprestasi bagus dan dari golongan Ekonomi Lemah, maka sekalipun pandai dan berprestasi bagus, tak bisa mendapatkannya.
  16. Tahun 1977 lulus dengan Predikat Terbaik I.
Post a Comment

سرعة


Flag Counter