-->

Pages

WEB HOSTING INDONESIA

Inginkah memiliki Website Profesional ... ? Silahkan bergabung di sini ... ! Terimakasih. Dilihat-lihat dulu ... Dibaca-baca dulu ... dikaji-kaji dulu ... Bilamana sudah yakin dan mantab ... segeralah bergabung di sini ... ! Terimakasih.

Thursday, 10 May 2018

TUGAS PERDAGANGAN & PEMBAYARAN INTERNASIONAL

*BAGIAN 1*
1. Sebutkan minimal 5 faktor sebab munculnya  Perdsgangan Internasional !
2. Jelaskan termasuk contohnya tentang 3 teori utama suatu Negara melakukan Perdagangan Internasional !

Tuesday, 10 April 2018

TUGAS PERPAJAKAN

1. Sebutkan perbedaan antara Pajak dg Retribusi !
2. Sebutkan perbedaan Pajak Langsung dg Pajak Tidak Lsngsung !

TUGAS KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL

PROYEK HARI INI & BERIKUTNYA ☝⭐ 

RONDE 1    
                                                                             
KD PENUTUP SEMESTER GENAP.
 
KD 9. KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL

1. Sebutkan minimal 3 perbedaan antara Kegiatan Ekonomi Nasional dg Kegiatan Ekonomi Internasional !

Friday, 13 October 2017

UKG UKG UKG ?!

Tulisan ini Panjang ... semoga telaten membacanya

[13/10 10:41] ‪+62 857-3201-0768‬: [10/10, 5:06 p.m.] Kencanawat: Tiga Orang Guru Wafat Saat UKG
Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua PGRI Kota Sukabumi)

Prof. Dr. K.H. HM Rasjidi mengatakan “Kita   lahir dari rahmat Allah, hidup mencari rahmat Allah dan kembali pada rahmat Allah.” Setiap yang hidup akan merasakan mati dan kematian adalah rahasiah Illahi. Setiap yang lahir, hidup dan mati pada hakekatnya sudah Allah tentukan segalanya. Risiko hidup  setiap hamba adalah kematian.

Kita sebagai orang beriman ikhlas dan ridho atas segala ketentuan yang Allah gariskan. Namun, disisi lain sebagai manusia biasa dengan segala kebodohannya   wajar dan sangat manusiawi bila kita mendiskusikan asbab dari sesuatu atau bahkan wafatnya seseorang.  Menarik ditelaah penulis meninggalnya tiga orang guru terkait UKG.

Di Jakarta seorang guru bernama  Amir Syamsu saat mengikuti UKG  di SMAN 26 Jakarta jatuh pingsan. Padahal sebelumnya Ia dalam kondisi sehat. Setelah sekian waktu pingsan maka  Amir Syamsu menghembuskan nafasnya (Kompas.Com). Di Kabupaten Tana Toraja  seorang guru berusia sekitar 55 tahun bahkan sebelum UKG jatuh pingsan dan selanjutnya wafat (Kompasina.Com).

Pekan ini anggota PGRI Kota Sukabumi sosok  guru yang sangat rajin dan memiliki idealisme luar biasa wafat saat  baru menyelesaikan 5 soal UKG.  Beliau bernama Ibu Eha, seorang guru  SD yang sangat dipercaya dan menjadi andalan kepala sekolah  di tempat Ia bekerja. Ia adalah sosok guru yang tidak pernah bolos dan tak pernah  males dalam bekerja. Terkadang Ia lebih mengutamakan kepentingan melayani anak didik dibanding kepentingan pribadi dan keluarganya.

Penulis berbicara dengan  Ibu Erni kepala sekolah dimana Ibu Eha bekerja.  Sangat disayangkan guru yang Ia andalkan harus menghembuskan nafas “karena” UKG. Asbab  UKG Ibu Eha pingsan saat baru menjawab beberapa soal UKG. Sungguh  UKG sepertinya telah membuat Ibu Eha sakit mendadak di depan layar monitor dan terkulai lemas, pingsan, koma di rumah sakit dan selanjutnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Ada yang harus kita yakini akan takdir Illahi yang menimpa seseorang termasuk wafatnya Ibu Eha. Namun, ada juga yang harus kita kritisi tentang kebijakan pemerintah yang telah melahirkan  para guru stress, tertekan karena harus mencapai kelulusan 80.  Lebih membuat para guru “menderita” adalah dipersepsi adanya hubungan nilai UKG dengan hak mendapatkan TPG. Ini  dirasakan sangat memperdaya  dan merendahkan nilai dedikasi sebagai seorang guru apalagi yang berada diperbatasan dan daerah terpencil.

Sangat tidak masuk akal UKG yang hanya mengukur intelektualitas hapalan dan teoritik menjadi penentu berhak dan tidaknya memperoleh TPG. Padahal sebagian besar guru nilai dedikasi, kompetensi di ruang kelas,  prestasi diorganisasi profesinya, prestasi di masyarakat, prestasi di sekolahnya dan beberapa talenta positif lainnya tak masuk nilai dalam UKG. Mengukur “kelayakan” guru dari hasil UKG adalah sebuah vonis tidak adil menurut para guru.

Alm. Ketua Umum PB PGRI Dr. Sulistiyo mengatakan "Pada  tahun 2012  di Semarang ada guru  yang disenangi murid dan juga masyarakat, tapi ketika uji kompetensi nilainya sangat rendah dan berimbas pada kepercayaan masyarakat pada guru itu," Ini sebuah realitas problematika efektifitas UKG. Benarkah guru yang lulus UKG adalah guru terbaik bagi peserta didiknya? Benarkah guru yang tak lulus UKG adalah guru yang bermasalah?

Dari beberapa ilustrasi di atas setidaknya kita dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa UKG dengan nilai kelulusan 80 adalah memberatkan. UKG bila dikaitkan dengan hak mendapatkan TPG adalah tidak rasional. UKG bagi guru-guru pedalaman adalah pemaksaan. UKG bagi guru-guru yang sebentar lagi pensiun dan tak akrab dengan dengan dunia IT adalah pelecehan. Terutama bila dikaitkan dengan "hak" TPG bagi guru yang sudah puluhan tahun mengabdi.

Sekian protes guru terhadap kehadiran UKG adalah hal yang  wajar mengingat nilai kelulusan meloncat menjadi 80. Idealnya UKG hanya menentukan atau mengukur pemetaan kompetensi “hapalan” guru. UKG realitasnya menyedot waktu KBM guru yang utama. UKG memakan biaya milyaran. UKG menimbulkan stress kolektif para guru. Efektifkah UKG? Semoga tulisan ini tidak termasuk ungkapan atau opini yang cengeng dan malas.

Fakta tiga orang guru meninggal terkait UKG langsung atau tidak adalah sebuah rekaman “medik” imbas regulasi pendidikan. Guru adalah komunitas yang harus diasah kompetensi, motivasi, metode dan ghiroh keguruannya. Bukan hanya diuji hapalannya berkaitan kompetensi profesionalnya. Padahal bagaimana seorang guru di ruang kelas terkait kompetensi pedagogik jauh lebih penting.

Menyaksikan dengan kepala dan mata sendiri saat audiensi di Kemdikbud Ketua Umum PB PGRI Dr Unifah Rosyidi begitu "keras dan tegas" memperjuangkan nasib guru berkaitan nilai UKG yang irasional. Ia menghendaki para guru Indonesia diberi layanan terbaik, kesejahteraan terbaik dan jauhkan dari hal-hal yang memberatkan karena akan berimbas pada kinerja dan layanan utama pada peserta didik sebagai generasi penerus kita.
[10/10, 5:06 p.m.] Kencanawat: *Puisi seorang siswa untuk gurunya*

Derita Guru Ku

Hari ini latihan soal,Nak
Soalnya lima buah
Pilihan Ganda
Jangan ribut
Ibu di perpustakaan
Menghitung Angka Kredit
Sudah delapan tahun
Ibu tidak naik pangkat
Itu ucapan Bu Husnul
guru matematika ku
Pada jam pertama

Hari ini kalian baca cerpen,Nak
Kalian ke perpustakaan
Jangan ribut
Jangan berulah
Bapak di ruang komputer
Ada tugas Daring
Yang bikin kepala pusing
Itu ucapan Pak Rahmat
Guru bahasa Indonesia ku
Pada jam ketiga

Hari ini buka buku kalian,Nak
kerjakan halaman empat puluh  Ibu di ruang guru
Besok harus UKG
Doakan agar Ibu lulus
Itu ucapan Bu Aijah
Guru IPS ku
Pada jam ke enam

Saat Istirahat,
Bu Sifa Guru Agama ku
Berpesan agar kami mengerjakan soal latihan di bab 3 setelah selesai jamaah dzuhur nanti,
Lalu Terburu-buru ke parkiran...
Katanya mau ngurus SIMPATIKA di kemenag sebelum admin keluar kota...

Guru Ku....
Kami butuh belajar
butuh cerita hidup Mu
Kisah nyata Mu
Perjuangan Mu
Agar kelak kami bisa melewatinya
Tanpa cela

Pak Menteri
Beri kenyamanan
Beri penghargaan
Untuk guru kami
Jangan buat mereka susah
Hentikan
angka kredit
Daring
UKG
Kami jamin
Guru kami guru profesional

Special for : my teacher's

( *Sharing Guru & Pesdik* )

Jika copas ini  ke semua Group  sampai ke Pembuat Kebijakan mudah2an mereka bisa membuat *Kebijakan yg bijaksana*🌼☘🌼☘🌼☘🌼

[13/10 15:26] Satria Pend Ind: 👍👍👍😥😓😭.

Benar sekali, setelah saya ikuti UKG, sungguh soal-soalnya pilihan ganda yg banyak pilihan jebakan yg hampir sama benar. Harus hafal betul pokok isi buku teori jika ingin lulus. Sementara materi yg diujikan tidak didapat terlebih dahulu referensinya.

Sungguh guru dinilai jelek krn pilihan ganda ini tidak masuk akal. Banyak soal yg saya sangat yakin benar dan seduai yg saya pelajari di kuliah PGSD dan S2 manahemen pendidikan, tapi dianggap salah. Ada banyak materi pendidikan yg dipelajari, tapi sepertinya ujian kemarin banyak soal dari satu buku saja yg sebagian sudah lupa karena saya biasanya pakai konsep yg lain yg baru yg lebih baik sehingga tidak hafal lagi isi buku tersebut.

Penilaian seperti ini tidak bisa melihat dan menghargai guru hebat yg mendidik dengan cara yg berbeda menghasilkan anak sukses seperti cerita di atas. 😓😥

Sunday, 10 September 2017

Konsep Dasar Ilmu Ekonomi

Asal-Usul Kata Ekonomi :

Ekonomi kata adopsi dari Bahasa Inggris "Economic".

Economic kata adopsi dari Bahasa Yunani "Oikonomeia (Peraturan Rumah Tangga)".

Oikonomeia dari kata :

1. Oikos = Rumah Tangga.

2. Nomos = Peraturan.

Jadi Ekonomi = Oikonomeia = Peraturan Rumah Tangga, maksudnya diserupakan dengan Kehidupan Rumah Tangga Keluarga di Masyarakat dalam Kelompok Tertentu yang melakukan kegiatan tertentu yang diatur melalui Peraturan Tertentu.

Adapun yang dimaksud dengan Kegiatan Tertentu adalah kegiatan memenuhi aneka kebutuhan yang dilakukan oleh setiap Manusia di Dunia ini.

Atas dasar itulah, maka Economic = Oikonomeia bilamana dilihat dari sudut pandang Intisari Kegiatan Manusia dapat diterjemahkan sebagai Kebutuhan.

Berarti menurut sudut pandang Ekonomi, apapun ujud yang dikerjakan oleh Manusia di Dunia ini semuanya termasuk EKONOMI = OIKONOMEIA = KEBUTUHAN.

Untuk memperjelas hal tersebut, silahkan kaji tentang Jenis Kebutuhan.

Inti Masalah Ekonomi

Berdasarkan :

1. Kebutuhannya :

Kebutuhan Manusia tidak terbatas baik Jenisnya, Sifatnya maupun Jumlahnya.

Untuk mendapatkan setiap jenis kebutuhan memerlukan PENGORBANAN betapapun kecilnya.

Sarana pemuas kebutuhannya semakin hari semakin berkurang baik Jenisnya maupun Jumlahnya, bahkan ada yang langka dan bahkan ada yang musnah.

2. Tehnik Mewujudkan Sarana Pemuas Kebutuhan

5 W + 1 H.

Ujud Sarana Pemuas Kebutuhan :

Barang & Jasa.

Asal-Usul Terjadinya Barang & Jasa :

Dari hasil perpaduan di antara 4 Faktor Produksi atau Sumber Daya Produksi atau Sumber Daya Ekonomi yaitu :

1. Faktor Produksi/Sumber Daya Produksi/Sumber Daya Ekonomi Alam (Natural Resources).

2. Faktor Produksi/Sumber Daya Produksi/Sumber Daya Ekonomi Manusia (Human Resources).

3. Faktor Produksi/Sumber Daya Produksi/Sumber Daya Ekonomi Modal (Capital Resources).

4. Faktor Produksi/Sumber Daya Produksi/Sumber Daya Ekonomi Ketrampilan (Skill Resources).

Saturday, 26 August 2017

Senjata Andalan Solusi Masalah Ekonomi

*Ringkasan Tambahan UKBM 1, 2 ☝😎⭐*

Senjata Utama Solusi Masalah Ekonomi :

1. Prinsip Ekonomi.

1.1. Definisi Prinsip Ekonomi

        Prinsip Ekonomi : hal2 pokok/mendasar sebagai pedoman dalam memenuhi kebutuhan.

1.2. Para Pemakai Prinsip Ekonomi :

A. Rumah Tangga Konsumsi (RTK) :

     • Dalam Negeri/Nasional/Domestik

     • Luar Negeri/Internasional/Asing :
       
        ° Bilateral.

        ° Regional.

        ° Antar Regional.

        ° Multilateral.

        ° Internasional :
      
           ^ Negara Non Blok.

           ^ Negara Blok.

B. Rumah Tangga Produksi (RTP)

   • Dalam Negeri/Nasional/Domestik

     • Luar Negeri/Internasional/Asing :
       
        ° Bilateral.

        ° Regional.

        ° Antar Regional.

        ° Multilateral.

        ° Internasional :
      
           ^ Negara Non Blok.

           ^ Negara Blok.

C. Rumah Tangga Distribusi (RTD)

   • Dalam Negeri/Nasional/Domestik

     • Luar Negeri/Internasional/Asing :
       
        ° Bilateral.

        ° Regional.

        ° Antar Regional.

        ° Multilateral.

        ° Internasional :
      
           ^ Negara Non Blok.

           ^ Negara Blok.

D. Rumah Tangga Pemerintah (RTPh)

   • Dalam Negeri/Nasional/Domestik

     • Luar Negeri/Internasional/Asing :
       
        ° Bilateral.

        ° Regional.

        ° Antar Regional.

        ° Multilateral.

        ° Internasional :
      
           ^ Negara Non Blok.

           ^ Negara Blok.

2. Motif Ekonomi.

2.1. Definisi Motif Ekonomi

        Motif ekonomi : alasan utama yg nendorong melakukan pemenuhan kebutuhan.

2.2. Motif Ekonomi Universal

       Semua Pelaku Ekonomi (RTK, RTP, RTD, RTPh sama yakni dalam rangka memenuhi kebutuhan secara layak demi kelangsungan hidup, kepuasan, kemakmuran, kesejahteraan, kebahagiaan Lahir Batin Dunia Achirat bagi PENGANUT AGAMA TERTENTU : ISLAAM & NON ISLAAM.

Menurut versi Kurikulum KTSP maupun Kurikulum 2013, Para Pelaku Ekonomi terdiri dari : RTK, RTP, RTPh, Masyarakat Luar Negeri. Mengacu pada OIKOS & NOMOS, maka lebih pas ada RT. Jadinya RT Masyarakat Luar Negeri. Model ini mengandung arti bahwasanya RTK, RTP & RTPh mendeskripsikan tentang Kegiatan Ekonomi Dalam NegerI/Nasional/Domestik. Sedangkan RTMLN mendeskripsikan kegiatan ekonomi di Luar Negeri/Internasional/Asing.
2.3. Motif Ekonomi Berdasarkan Pelaku Ekonomi.

2.3.1. Motif Ekonomi RTK.

Antara lain :  Beribadah; Menyediakan sumber daya ekonomi/produksi/faktor produksi; Mendapatkan penghasilan layak; Mampu memenuhi kebutuhan secara layak walaupun dg sarana pemuas kebutuhan yg terbatas, Mencapai kekayaan, kemakmuran, kesejahteraan, & kebahagiaan Lahir Batin Dunia Achirat.

2.3.2. Motif Ekonomi RTP.

Antara lain :  Beribadah; Menyediakan barang & jasa Mendapatkan penghasilan layak, Mampu memenuhi kebutuhan secara layak walaupun dg sarana pemuas kebutuhan yg terbatas, Mencapai kekayaan, kemakmuran, kesejahteraan, & kebahagiaan Lahir Batin Dunia Achirat.
2.3.3. Motif Ekonomi RTD.

Antara lain :  Beribadah; Menyalurkan faktor produksi ke RTP; Menyalurkan barang dan jasa dari RTP ke RTK &Pihak Lainnya :RTP Lain, RTD Lain, RTPh. Mendapatkan penghasilan layak, Mampu memenuhi kebutuhan secara layak walaupun dg sarana pemuas kebutuhan yg terbatas, Mencapai kekayaan, kemakmuran, kesejahteraan, & kebahagiaan Lahir Batin Dunia Achirat.
2.3.4. Motif Ekonomi RTPh.

Antara lain :  Beribadah; Mengatur jalan kegiatan ekokomi Masyarakat & segala hal yg diperlukannya sesuai Dasar Ideologi Negara; Mendapatkan penghasilan layak lewat setoran Pajak dari RTK, RTP & RTD; Mampu memenuhi kebutuhan secara layak walaupun dg sarana pemuas kebutuhan yg terbatas, Mencapai kekayaan, kemakmuran, kesejahteraan, & kebahagiaan Lahir Batin Dunia Achirat.
3. Sistem Ekonomi

3.1. Definisi Sistem Ekonomi
Sistem Ekonomi = cara suatu Pemerintah Negara dalam mengatur jalannya kegiatan ekonimi masyarakat sesuai Perkembangan IPTEK & Dasar Ideologi Negara yg diterapkannya.
3.2. Tujuan Sistem Ekonomi

3.3. Manfaat Sistem Ekonomi

3.4. Klasifikasi Jenis Sistem Ekonomi.

       Menurut sudut pandang :

3.4.1. Aplikasi Kemampuan Tingkat IPTEK:

A. Sistem Ekonomi Tradisional/Subsisten (Subsistance = Pas-Pasan).

Intinya diterapkan Prinsip Ekonomi secara tradisional. Hasil yg dicapai serba pas-pasan baik Konsumsi, Produksi, Distribusi & Pemerintahan.

B. Sistem Ekonomi Modern.

Intinya diterapkan Prinsip Ekonomi secara tradisional. Hasil yg dicapai serba pas-pasan baik Konsumsi, Produksi, Distribusi & Pemerintahan.

C. Sistem Ekonomi Global.

Intinya diterapkan Prinsip Ekonomi secara Tradisional, Modern & Global. Hasil yg dicapai bisa lebih dari cukup baik Konsumsi, Produksi, Distribusi & Pemerintahan.

Bahkan untuk Kegiatan Produksi & distribusi lebih ditekankan pada pada peningkatan Ekspor & Impor.

Kelebihannya :

1. Sekelompok Eksportir bertambah tingkat pendapatan & labanya.

2. Devisa Negara bertambah.

3. Pajak yg diterima Pemerintah bertambah dari Sekelompok Eksportir tsb.

Kelemahannya :

1. Kebutuhan rakyat Negeri Sendiri kurang diperhatikan.

2. Bilamana Pihak Domestik tidak siap bersaing dalam Persaingan Global, maka :

• Kebanjiran aneka produk asing dg harga murah.

• Pengusaha Domestik rugi besar dan lama2 jatuh pailit.

• Kemampuan & kemandirian PIHAK DOMESTIK menjadi turun drastis. Terkesan SDM-nya rendah.

3.4.2. Aplikasi Dasar/Falsafah/Ideologi Negara.

A. Sistem Ekonomi ISLAAM.

B. Sistem Ekonomi Liberal/Pasar/Kapitalis.

C. Sistem Ekonomi Sosialis Terpusat/Komando/Totaliter/Proletar.

D. Sistem Ekonomi Sosialis Terpimpin.

E. Sistem Ekonomi Campuran.

    Misalnya : Sistem Ekonomi Pancasila.

4. Politik/Kebijakan Ekonomi :

4.1. Monetary Policy (Politik Keuangan).

A. Sasarannya.

     Mengatur Mata Uang Domestik : Pengadaannya, Pengesahannya, Pengamanan, Lalu Lintas Peredarannya, Pengontrolannya, Pencabutannya, dll.

B. Tujuan :

Menjaga kestabilan & kepercayaan Nilai Mata Uang Domestik di Negeri Sendiri dan saat menghadapi Berbagai Jenis Mata Asing.

C. Jenisnya :

1. Discount Rate Policy.

2. Open Market Policy.

3. Bank Cash Ratio Policy.

4. Reserve Margin Requirement Policy.

5. Devaluation Policy.

6. Revaluation Policy.

7. Monetary Moral Persuasion Policy.

4.2. Fiscal Policy (Politik Perpajakan).

A. Sasarannya.

     Mengatur Perpajakan : Regulasinya, Subyeknya, Objeknya, Allokasinya, Kualitas Petugas Pemungutnya, dll.
  
B. Tujuannya.

     Menjaga kestabilan & kepercayaan pemungutan Pajak & Allokasinya baik Kualitatif maupun Kuantitatif.

C. Jenisnya.

Antara lain :

1. Progressing or Increasing of Budget Policy.

2. Declining or Decreasing of Budget Policy.

3. Tax Intensification Policy.

4. Tax Extensification  Policy.

5. Tax Diversification Policy.

6. Fiscal Moral Persuasion.

4.3. Unmonetary & Unfiscal Policy (Politik Bukan Keuangan & Bukan Perpajakan).

A. Sasarannya.

    Mengatur Non Keuangan & Non Perpajakan.

B. Tujuannya.

    Menjaga kestabilan & kepercayaan di sektor Non Keuangan & Non Pajak baik Kualitatif maupun Kuantitatif.

C. Jenisnya.

     Antara lain :

1. Increasing of Production Policy.

2. Price Differenttation Policy.

3. Maximum Price Policy.

4. Minimum Price Policy.

5. Wage or Salary Policy :

• Constant Wage or Salary Policy.

• Increase Wage or Salary Policy.

• Decrease Wage or Salary Policy.

6. Unmonetary & Unfiscal Moral Persuasion Policy.

Wednesday, 16 August 2017

Prinsip Ekonomi

Definisi Prinsip Ekonomi : 

Pedoman/landasan dasar/pokok dalam memenuhi kebutuhan.

سرعة


Flag Counter